KMP Portlink VII Kembali Beroperasi di Ketapang–Gilimanuk, Dukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 14 Maret 2026, 16:49 WIB
Foto Banyuwangi_20260316_225152_0000

BanyuwangiNet.com – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Portlink VII kembali beroperasi di lintas Ketapang–Gilimanuk pada Sabtu (14/3/2026). Kapal berkapasitas besar ini sebelumnya sempat mengalami insiden kebakaran pada salah satu ruangannya dan kini kembali dioperasikan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, mengatakan pengoperasian kembali kapal tersebut merupakan bagian dari upaya optimalisasi armada selama periode angkutan Lebaran.

KMP Portlink VII Terbakar di Pelabuhan Ketapang, Tidak Ada Korban Jiwa

“Dengan kapasitas angkut yang besar, KMP Portlink VII dapat membantu mempercepat pergerakan kendaraan dan penumpang, sehingga diharapkan mampu mengurangi antrean serta menjaga kelancaran arus penyeberangan,” ujar Windy.

KMP Portlink VII memiliki kapasitas angkut sekitar 600 penumpang dalam satu perjalanan. Kapal ini juga mampu mengangkut kombinasi sekitar 30 unit truk dan 100 kendaraan kecil dalam sekali penyeberangan.

Menurut Windy, kapal berkapasitas besar seperti Portlink VII dapat mempercepat proses pemuatan kendaraan di pelabuhan sekaligus meningkatkan kapasitas angkut dalam satu perjalanan.

PCNU Banyuwangi Gelar Silaturahmi Akbar Satukan 1.200 Nahdliyin, Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sebelum kembali beroperasi, KMP Portlink VII telah menjalani proses perbaikan serta pengecatan ulang menyusul insiden kebakaran yang sempat terjadi sebelumnya.

Setelah perbaikan selesai, kapal juga menjalani uji pelayaran (sea trial) guna memastikan seluruh sistem, termasuk mesin dan navigasi, berfungsi optimal serta memenuhi standar keselamatan pelayaran.

Dari hasil pengujian tersebut, kapal dinyatakan layak beroperasi dan dijadwalkan kembali melayani penyeberangan pada Sabtu (14/3) pukul 13.00 WIB di lintas Ketapang–Gilimanuk.

Pemkab Banyuwangi Ajak Pelaku Wisata Bersiap Sambut Lonjakan Libur Lebaran

Di sisi lain, pergerakan kendaraan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Jawa mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Sejak Kamis (12/3/2026), area parkir pelabuhan dipadati berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, bus, hingga truk logistik. Antrean truk bahkan terpantau memanjang hingga sekitar Pasar Gilimanuk atau sekitar dua kilometer dari pintu masuk pelabuhan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan peningkatan kendaraan dipengaruhi oleh aktivitas distribusi barang yang berupaya menyeberang sebelum diberlakukannya pembatasan angkutan barang selama periode angkutan Lebaran.

Selain itu, sebagian masyarakat memilih melakukan perjalanan lebih awal untuk mengantisipasi penutupan sementara layanan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi.

Wabup Banyuwangi Sidak Pasar dan Penggilingan Beras, Pastikan Stok Aman Jelang Lebaran

Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, ASDP bersama pemangku kepentingan melakukan pengaturan operasional kapal dan manajemen antrean di pelabuhan.

Dalam kondisi tertentu, penyeberangan diprioritaskan bagi kendaraan penumpang seperti sepeda motor dan mobil pribadi guna menjaga mobilitas masyarakat. Sementara kendaraan logistik tetap dilayani secara bertahap sesuai kapasitas kapal.

22 Petugas Disiagakan di Perlintasan Kereta Tanpa Palang di Banyuwangi Selama Arus Mudik Lebaran

Berdasarkan data Posko per 13 Maret 2026, jumlah perjalanan kapal dari Bali ke Jawa tercatat mencapai 220 trip.

Total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa mencapai 37.877 orang dengan rincian kendaraan terdiri dari 6.066 unit sepeda motor, 3.573 kendaraan kecil, 2.154 truk, 383 bus. Total kendaraan tercatat mencapai 12.176 unit.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-8 Lebaran, jumlah penumpang dari Bali ke Jawa mencapai 97.572 orang dengan total 31.045 kendaraan.

Sementara itu, untuk arus sebaliknya dari Jawa ke Bali, jumlah perjalanan kapal mencapai 231 trip.

Jumlah penumpang tercatat 26.173 orang atau meningkat 6,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kendaraan truk tercatat 2.604 unit atau naik 10,8 persen, sedangkan bus mencapai 635 unit atau meningkat 7,4 persen.

Total kendaraan dari Jawa ke Bali mencapai 5.365 unit atau naik 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-8, total penumpang dari Jawa ke Bali tercatat 66.305 orang dengan 15.410 kendaraan.

Artikel Terkait