Kapolda Jatim Pantau Arus Mudik Ketapang-Gilimanuk Jelang Penutupan Nyepi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 18 Maret 2026, 14:32 WIB
IMG_20260322_213023

BanyuwangiNet.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto meninjau langsung kondisi arus mudik di penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi – Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Rabu (18/3/2026). Pemantauan dilakukan menjelang penutupan sementara layanan penyeberangan dalam rangka Hari Raya Nyepi di Bali.

Berdasarkan jadwal operasional, Pelabuhan Ketapang ditutup mulai Rabu (18/3) pukul 18.00 WIB hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 WIB. Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk ditutup sehari setelahnya, yakni Kamis (19/3) pukul 05.00 WITA hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 WITA.

Banyuwangi Siapkan 48 Masjid Ramah Pemudik, Terbanyak di Jawa Timur

Dari hasil pemantauan di lapangan, arus kendaraan dari Ketapang menuju Bali terpantau relatif padat namun tetap bergerak lancar. Sebaliknya, kendaraan dari arah Gilimanuk menuju Jawa masih mengalami antrean.

Kapolda Jatim menyebut antrean kendaraan dari Bali ke Jawa mencapai sekitar 9 kilometer, meskipun kondisi ini sudah jauh berkurang dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai 30 hingga 40 kilometer.

“Makanya kita ingin memantau langsung untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Dari arah Ketapang landai karena jelang penutupan, tapi arus dari Gilimanuk ini masih mengikuti antrean,” kata Nanang.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda juga didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono.

Jelang Lebaran, 211 Ribu Warga Banyuwangi Terima Bansos Beras dan Minyak

Data dari ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mencatat hingga 17 Maret 2026, lebih dari 250 ribu orang telah menyeberang meninggalkan Bali menuju Jawa.

Kapolda Jatim menilai angka tersebut perlu menjadi perhatian, terutama untuk mengantisipasi potensi lonjakan arus balik setelah periode libur.

“Saya yakin jumlah yang sama saat mudik akan kembali ke Bali, bahkan berpotensi meningkat. Karena itu, kami siapkan langkah antisipasi seperti buffer zone, pengamanan tambahan, hingga pengaturan ritme kapal,” ujarnya.

Mudik Lebaran, Banyuwangi Siapkan 10 Pos Kesehatan di Jalur Pemudik

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan pemudik selama periode mudik Lebaran 2026.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan layanan kesehatan telah disiagakan di sejumlah pos pelayanan yang terintegrasi dengan pos pengamanan gabungan.

Sebanyak 13 puskesmas, baik rawat jalan maupun rawat inap, disiapkan untuk beroperasi 24 jam selama masa arus mudik dan arus balik. Selain itu, dukungan layanan kesehatan juga diperkuat oleh 13 rumah sakit dengan total sekitar 1.250 tenaga medis.

Wamenhub Suntana Tinjau Antrean Arus Mudik di Pelabuhan Gilimanuk

“Kami juga menyiapkan sekitar 48 masjid ramah pemudik di sepanjang jalur yang dilalui. Harapannya, para pemudik bisa singgah untuk beristirahat sekaligus menunaikan ibadah,” kata Mujiono.

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan peningkatan jumlah penumpang pada periode ini mencapai 3–4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk mengurai kepadatan kendaraan, ASDP mengoperasikan 40 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

“Sebanyak 22 kapal menerapkan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB), sementara sisanya melayani pola bongkar muat reguler,” jelasnya.

Menurut Arief, kepadatan di Gilimanuk dipengaruhi oleh berdekatan dengan beberapa momentum libur besar, yaitu Hari Raya Nyepi, Idulfitri, serta cuti bersama.

Meski demikian, ASDP memperkirakan kondisi arus balik nantinya akan lebih landai. Koordinasi juga terus dilakukan bersama kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta otoritas pelabuhan untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan.

Artikel Terkait