Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Selat Bali Bayangi Libur Nataru
BanyuwangiNet.com – Para calon penumpang kapal ferry di lintasan penyeberangan Jawa–Bali (Selat Bali) diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pengguna jasa diminta mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca dinilai berisiko.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 21 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 93S terpantau mengalami penguatan dan berpotensi berkembang menjadi Siklon Tropis kategori 2.
Kondisi tersebut diperkirakan berdampak langsung pada dinamika cuaca dan tinggi gelombang laut di sejumlah perairan nasional, termasuk Selat Bali, yang merupakan jalur penyeberangan utama antara Pulau Jawa dan Bali.
Konser Kemanusiaan Harjaba ke-254, Seniman Banyuwangi Kolaborasi Drama Musikal dengan Kotak Band
“BMKG telah menyampaikan peringatan potensi gelombang tinggi di beberapa perairan Indonesia akibat terbentuknya Bibit Siklon Tropis 93S, termasuk Selat Sunda dan Selat Bali. Karena itu, kami mengimbau pengguna jasa untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).
Heru mengatakan, apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, masyarakat diminta untuk tidak memaksakan diri melakukan penyeberangan demi keselamatan bersama.
Penguatan sistem cuaca tersebut tidak hanya berpotensi memicu hujan lebat dan angin kencang di daratan, tetapi juga menyebabkan gelombang laut kategori sedang (moderate sea) dengan ketinggian hingga 2,5 meter. Situasi ini dinilai dapat memengaruhi kelancaran operasional pelayaran, terutama pada lintasan padat selama periode Nataru.
Konser Kemanusiaan Harjaba ke-254, Kotak dan ASN Banyuwangi Donasikan Bantuan untuk Korban Bencana
Menurut Heru, keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam setiap periode angkutan, terlebih saat terjadi lonjakan mobilitas masyarakat.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dan memperkuat kesiapsiagaan operasional, baik di pelabuhan maupun di atas kapal,” jelasnya.
ASDP juga mengajak pengguna jasa untuk berperan aktif menjaga keselamatan dengan mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan.
“Ikuti petunjuk petugas selama berada di area pelabuhan dan kapal, serta bersedia menunda perjalanan apabila cuaca dinilai tidak aman untuk menyeberang,” tambahnya.
ASN Berbagi Banyuwangi Donasikan Lebih dari Rp500 Juta untuk Warga Miskin dan Korban Bencana
Di tengah kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, pergerakan penumpang dan kendaraan di lintasan Jawa-Bali menunjukkan tren peningkatan. Arus kendaraan dari Jawa menuju Bali tercatat mengalami lonjakan menjelang puncak libur Nataru.
Pada H-4, jumlah kendaraan roda dua yang menyeberang mencapai 2.107 unit, atau meningkat 33,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan juga terjadi pada kendaraan truk sebanyak 2.184 unit, tumbuh 21,5 persen.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H-4 tercatat 7.093 unit, naik 6,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara secara akumulatif sejak H-10 hingga H-4, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk mencapai 40.987 unit, meningkat tipis 0,4 persen, dengan total penumpang sebanyak 143.533 orang.