Banyuwangi Siapkan 48 Masjid Ramah Pemudik, Terbanyak di Jawa Timur

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 17 Maret 2026, 19:09 WIB
Foto Banyuwangi_20260318_010148_0000

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Kantor Kementerian Agama menyiapkan 48 masjid ramah pemudik di berbagai jalur strategis menjelang arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.

Program ini menjadi yang terbanyak di Jawa Timur dan melibatkan kolaborasi lintas lembaga, termasuk Baznas dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan keberadaan masjid ramah pemudik bertujuan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menempuh perjalanan jauh.

“Dengan adanya masjid ramah pemudik atau musafir, dapat memberikan kenyamanan terhadap pemudik. Pemudik bisa singgah salat dan beristirahat sejenak,” ujarnya saat peresmian di Masjid Al Huda, Kecamatan Kalipuro, Kamis (17/3/2026).

Jelang Lebaran, 211 Ribu Warga Banyuwangi Terima Bansos Beras dan Minyak

Sebanyak 48 masjid tersebut tersebar di jalur utara, tengah, dan selatan Banyuwangi, termasuk di sekitar kawasan wisata. Dari jumlah tersebut, 13 masjid berada di jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Wongsorejo hingga Kalibaru.

Beberapa masjid di jalur nasional yang disiapkan antara lain:

  1. Masjid Nurul Huda Kalibaru
  2. Masjid Baiturrohman Genteng
  3. Masjid Baiturrohim Rogojampi
  4. Masjid Nurul Karim Wongsorejo

Mudik Lebaran, Banyuwangi Siapkan 10 Pos Kesehatan di Jalur Pemudik

Layanan 24 Jam dan Fasilitas Lengkap

Selama periode mudik, masjid-masjid ini akan beroperasi selama 24 jam dengan berbagai fasilitas pendukung, di antaranya:

  1. Area istirahat bagi pemudik
  2. Tempat ibadah yang nyaman
  3. Toilet bersih dan air bersih
  4. Area parkir dan pengamanan
  5. Layanan kesehatan
  6. Pijat gratis di titik tertentu
  7. Air minum dan makanan ringan

Fasilitas ini diharapkan membantu pemudik menjaga kondisi fisik selama perjalanan panjang.

Macet 30 Km ke Gilimanuk, Pemudik Rela Bayar Ojek Rp 250 Ribu

Hidupkan Fungsi Sosial Masjid

Ipuk menegaskan program ini juga menjadi bagian dari penguatan fungsi sosial masjid di tengah masyarakat.

“Masjid memang menjadi pusat. Tidak hanya untuk salat, tetapi juga untuk berdiskusi, berkonsultasi, dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Kepala Kemenag Banyuwangi, Chaeroni Hidayat, menyebut seluruh masjid tersebut tersebar merata di wilayah Banyuwangi.

“Banyuwangi menjadi yang terbanyak di Jawa Timur dalam menyiapkan masjid ramah pemudik. Terima kasih atas kolaborasi pemkab, Baznas, dan DMI,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan masjid ramah pemudik dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas di Banyuwangi selama musim mudik Lebaran.

Artikel Terkait