KAI Aktifkan Kembali 3 Stasiun di Banyuwangi, KA Pandanwangi Berhenti Mulai 1 Desember
BanyuwangiNet.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mengaktifkan kembali tiga stasiun di Banyuwangi sebagai tempat pemberhentian KA Pandanwangi relasi Jember–Ketapang pulang-pergi (PP). Ketiga stasiun tersebut adalah Stasiun Argopuro, Sumberwadung, dan Glenmore.
Pengaktifan kembali tiga stasiun itu tertuang dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 yang mulai berlaku pada 1 Desember 2026. Dengan kebijakan tersebut, penumpang KA Pandanwangi dapat naik dan turun di tiga stasiun tambahan tersebut.
Penambahan titik pemberhentian ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam mengakses transportasi kereta api, khususnya warga yang tinggal di sekitar stasiun.
“Dengan akses yang semakin dekat, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan yang aman, nyaman, dan terjangkau,” jelas Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, Jumat (6/11/2026).
Selama ini, KA Pandanwangi melayani empat perjalanan setiap hari dengan relasi Jember–Ketapang PP. Kereta api tersebut menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat untuk menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Jember dan Banyuwangi.
Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan KA Pandanwangi terlihat dari jumlah penumpang yang dilayani. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, kereta api ini mengangkut 937.942 penumpang atau rata-rata sekitar 93.794 penumpang setiap bulan.
Jumlah penumpang tertinggi tercatat pada Mei 2026, yakni mencapai 102.806 orang. Peningkatan tersebut dipengaruhi momentum libur nasional dan cuti bersama yang mendorong masyarakat bepergian untuk berlibur, bersilaturahmi, maupun mengunjungi berbagai destinasi wisata.
Cahyo mengatakan, penambahan stasiun pemberhentian merupakan bagian dari upaya KAI meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas jangkauan transportasi kereta api.
“Penambahan pemberhentian di Stasiun Argopuro, Sumberwadung, dan Glenmore diharapkan memberikan alternatif perjalanan yang lebih praktis, sehingga semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaat transportasi kereta api,” katanya.
Menurut dia, peningkatan aksesibilitas transportasi juga berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah. Mobilitas yang semakin mudah dapat membuka peluang aktivitas ekonomi, memperluas pasar produk lokal, serta memudahkan wisatawan menjangkau berbagai destinasi unggulan di Jember dan Banyuwangi.
KAI Logistik Uji Coba Kereta Angkut Hasil Bumi Banyuwangi-Jakarta
Cahyo menegaskan, kereta api tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga berperan dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“Dengan semakin banyaknya stasiun yang dilayani, kami berharap mobilitas masyarakat semakin tumbuh, kunjungan wisata meningkat, dan pelaku UMKM di sekitar wilayah stasiun turut memperoleh manfaat dari aktivitas perjalanan tersebut,” sambungnya.
KAI Gelar Pengobatan Gratis di Singojuruh Banyuwangi
Melalui perluasan jangkauan layanan KA Pandanwangi ini, KAI berharap kereta api semakin menjadi pilihan perjalanan sehari-hari masyarakat sekaligus mendukung kemajuan daerah.
“Mari bersama-sama memanfaatkan dan menjaga fasilitas transportasi publik ini agar semakin memberikan manfaat bagi semua,” ujarnya.