KAI Logistik Uji Coba Kereta Angkut Hasil Bumi Banyuwangi-Jakarta

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 28 September 2026, 21:59 WIB
1001090963
Peti berisi buah naga yang dikirim dengan Kereta logistik.

BanyuwangiNet.com – KAI Logistik (Kalog) mulai menguji coba layanan kereta api angkutan hasil bumi dengan relasi Stasiun Argopuro, Banyuwangi, menuju Jakarta Gudang, Senin (28/9/2026). Kereta diberangkatkan dari Stasiun Argopuro sekitar pukul 08.00 WIB dengan membawa 10 gerbong. Rangkaian tersebut dijadwalkan tiba di Jakarta pada Selasa siang (29/9/2026).

Pada uji coba perdana ini, komoditas pertanian Banyuwangi menjadi muatan utama. Buah naga mendominasi hasil bumi yang dikirim menggunakan moda kereta api tersebut.

Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, mengatakan, layanan angkutan barang tersebut dirancang untuk mengangkut komoditas pertanian dan peternakan dari sentra produksi di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, menuju Jakarta.

Namun, rencana pengangkutan sapi belum dapat direalisasikan dalam pengiriman perdana. Kendalanya adalah kondisi penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang berdampak pada keterlambatan kedatangan sapi dari Sumbawa dan Bali.

“Jadi pada pengiriman perdana ini, muatan didominasi oleh produk buah naga asal Banyuwangi,” ujar Rizal.

Menurutnya, pengembangan layanan tersebut merupakan kolaborasi KAI Logistik, PT KAI, dan mitra untuk memperkuat sistem logistik berbasis kereta api. Layanan ini diharapkan dapat menjadi alternatif distribusi komoditas pertanian dan peternakan sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok.

“Harapannya pemanfaatan moda kereta api dapat memberikan alternatif distribusi yang lebih terintegrasi sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok nasional,” imbuhnya.

KAI Logistik menargetkan layanan angkutan barang ini dapat beroperasi secara reguler setiap hari mulai November 2026. Saat ini, perseroan masih menyiapkan infrastruktur area muat atau loading zone di empat stasiun strategis. Keempatnya adalah Stasiun Argopuro dan Stasiun Kalisetail di Banyuwangi, Stasiun Rambipuji di Jember, serta Stasiun Probolinggo.

Jika layanan beroperasi penuh, setiap rangkaian kereta dapat membawa hingga 20 gerbong kontainer. Kapasitas angkutnya diperkirakan mencapai 550 ton komoditas dalam satu perjalanan.

Kapasitas tersebut nantinya mencakup sekitar 75 ekor sapi yang diangkut menggunakan tiga gerbong. Sementara gerbong lainnya digunakan untuk mengangkut berbagai hasil pertanian.

Skema ini dirancang agar kereta api tidak hanya mengangkut komoditas pertanian dari Banyuwangi dan wilayah Jawa Timur menuju Jakarta, tetapi juga dapat melayani kebutuhan distribusi dari arah sebaliknya.

Untuk mengoptimalkan perjalanan kereta, KAI Logistik juga menyiapkan skema muatan balik dari Jakarta menuju Banyuwangi.

Dalam pengoperasiannya, KAI Logistik menggandeng PT Bogantara sebagai konsolidator barang. Sejumlah komoditas yang berpotensi dikirim dari Jakarta ke Banyuwangi antara lain pakan ternak, pupuk, dedak, serta berbagai kebutuhan logistik lainnya.

PT KAI Siapkan Rest Area di Stasiun Ketapang untuk Atasi Kemacetan Pelabuhan

“Kami bekerja sama dengan PT Bogantara sebagai konsolidator barang. Selain pengiriman dari Banyuwangi ke Jakarta, kami juga menyiapkan skema muatan balik dari Jakarta menuju Banyuwangi. Komoditas balik yang berpotensi diangkut antara lain pakan ternak, pupuk, dedak, hingga pasokan logistik lainnya,” tambah Rizal.

Uji coba perdana ini sekaligus menjadi tahap evaluasi sebelum layanan beroperasi secara reguler. Evaluasi mencakup aspek operasional dan teknis, waktu tempuh, proses bongkar muat, fasilitas pendukung, hingga kesiapan layanan dari hulu ke hilir.

KAI Logistik Segera Buka Pengiriman Sapi dan Hasil Pertanian Banyuwangi ke Jakarta

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik uji coba kereta angkutan hasil bumi tersebut. Menurutnya, kehadiran moda transportasi ini dapat menjadi alternatif bagi distribusi komoditas pertanian Banyuwangi menuju pasar yang lebih luas.

“Dengan layanan ini, distribusi hasil pertanian Banyuwangi diharapkan semakin terbuka, sehingga komoditas unggulan daerah dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui pilihan moda transportasi yang terintegrasi,” kata Ipuk.

Artikel Terkait