KAI Logistik Segera Buka Pengiriman Sapi dan Hasil Pertanian Banyuwangi ke Jakarta

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 12 September 2026, 17:56 WIB
1001058198
Pertemuan pihak KAI Logistik dengan Bupati Banyuwangi. Ipuk Fiestiandani.

BanyuwangiNet.com – Potensi besar sektor pertanian dan peternakan di Banyuwangi mendorong PT KAI Logistik membuka layanan untuk pengiriman hewan ternak, khususnya sapi, serta berbagai komoditas hasil pertanian menggunakan kereta api.

Layanan angkutan logistik tersebut direncanakan mulai beroperasi pada akhir September 2026. Banyuwangi akan menjadi titik awal pengiriman dengan dua stasiun yang disiapkan sebagai lokasi pemuatan, yakni Stasiun Argopuro di Kecamatan Kalipuro dan Stasiun Kalisetail di Kecamatan Sempu.

Komoditas dari Banyuwangi selanjutnya akan dikirim menuju Jakarta untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, kehadiran layanan pengiriman berbasis kereta api dapat membuka peluang baru bagi sektor pertanian dan peternakan Banyuwangi.

“PT KAI Logistik telah datang ke Banyuwangi untuk membahas layanan ini. Dengan layanan ini semakin membuka peluang komoditas pertanian dan peternakan Banyuwangi menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Ipuk, Sabtu (12/9/2026).

Ipuk menilai kereta api dapat menjadi alternatif pengiriman yang menawarkan kepastian waktu perjalanan. Hal ini diharapkan memudahkan peternak dan petani dalam mendistribusikan produk mereka ke luar daerah.

“Dengan kereta api jarak tempuh akan lebih cepat dan tepat waktu. Tentu ini memudahkan para peternak dan petani di Banyuwangi untuk pengiriman ternak dan hasil pertanian mereka,” kata Ipuk.

Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, mengatakan layanan angkutan ternak dan hasil pertanian menggunakan kereta api sebenarnya pernah beroperasi pada era 1960-an hingga awal 2000-an. Namun, layanan tersebut kemudian berhenti.

Kini, KAI Logistik berupaya menghidupkan kembali layanan angkutan tersebut untuk memperlancar distribusi komoditas dari daerah penghasil menuju pusat-pusat permintaan.

“Kami rencanakan akhir September ini dimulai. Untuk angkutan perdana, kami akan melakukan perjalanan kereta apinya dari Banyuwangi sebagai titik awal pemuatan dan titik awal keberangkatan. Nanti tujuan akhirnya di Jakarta Gudang,” kata Broer.

Banyuwangi dipilih sebagai lokasi awal layanan karena memiliki beragam komoditas pertanian dan populasi ternak sapi yang besar.

“Kami pilih Banyuwangi karena potensinya memang besar. Komoditasnya beragam, populasi sapinya juga banyak,” imbuhnya.

Menurut Broer, pengiriman menggunakan kereta api ditargetkan memiliki estimasi waktu perjalanan maksimal sekitar 26 jam. Waktu tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan pengiriman melalui jalur darat yang dapat dipengaruhi berbagai kondisi di perjalanan.

3.920 Putra-putri Banyuwangi Terima Beasiswa Pendidikan Tinggi Pemkab 

Selain mempercepat distribusi, waktu tempuh yang lebih singkat juga diharapkan dapat menjaga kondisi hewan ternak selama proses pengangkutan.

“Dengan begitu jaminan ternak bisa sampai tepat waktu lebih tinggi. Sapi juga lebih minim stres karena tidak terlalu lama di kendaraan. Biayanya juga sangat kompetitif,” ujarnya.

Untuk mendukung layanan tersebut, KAI Logistik akan menggunakan gerbong khusus berupa kontainer yang telah dimodifikasi dan disesuaikan untuk kebutuhan pengangkutan komoditas dalam jumlah besar.

PT KAI Siapkan Rest Area di Stasiun Ketapang untuk Atasi Kemacetan Pelabuhan

Rencananya, satu kali perjalanan dapat menggunakan hingga 20 gerbong yang mengangkut sapi maupun hasil pertanian Banyuwangi, seperti buah-buahan, sayuran, cabai, dan komoditas lainnya.

“Kami rencanakan ada 20 gerbong sekali berangkat, yang semuanya berisikan sapi dan hasil pertanian. Seperti buah, sayur, cabe, dan sebagainya,” kata Broer.

Dalam pelaksanaan layanan tersebut, KAI Logistik menggandeng PT Bogantara Indo Transport atau Bogantara sebagai mitra kerja. Bogantara akan menangani kebutuhan teknis di lapangan, mulai dari pengumpulan dan penjemputan komoditas dari pelanggan, proses pengemasan, pemuatan ke gerbong kereta, hingga pengantaran barang kepada konsumen.

Artikel Terkait