3.920 Putra-putri Banyuwangi Terima Beasiswa Pendidikan Tinggi Pemkab 

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 7 September 2026, 19:55 WIB
1000735043
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah melalui program beasiswa. Sejak pertama kali digulirkan pada 2011 hingga 2025, tercatat sebanyak 3.920 mahasiswa telah menerima dukungan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Program tersebut kembali dilanjutkan pada 2026 melalui Beasiswa Banyuwangi Progresif. Tahun ini, sebanyak 613 putra-putri Banyuwangi tercatat mendaftar dan mengikuti proses seleksi untuk mendapatkan bantuan pendidikan tersebut.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, keberlanjutan program beasiswa merupakan bagian dari investasi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Pendidikan menjadi salah satu perhatian kami. Kami ingin anak-anak Banyuwangi memiliki kesempatan untuk bisa meraih pendidikan setinggi mungkin. Karena itu, program beasiswa terus kami lanjutkan dan kembangkan sesuai dengan kebutuhan,” kata Ipuk, Senin (7/9/2026).

Menurut Ipuk, program beasiswa tidak hanya bertujuan membantu meringankan beban biaya pendidikan. Program tersebut juga diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Banyuwangi untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja serta pembangunan daerah.

Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 dibuka melalui sejumlah skema. Di antaranya jalur afirmasi bagi mahasiswa yang baru memasuki jenjang perkuliahan, beasiswa berlanjut bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, serta beasiswa bagi dokter yang ingin melanjutkan pendidikan spesialis.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah bidang kesehatan. Program beasiswa mencakup sejumlah program studi, antara lain Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Sanitasi atau Kesehatan Lingkungan, Psikologi, Farmasi atau Apoteker, hingga Kedokteran Umum.

Pemkab Banyuwangi juga membuka kesempatan bagi dokter untuk melanjutkan pendidikan ke Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) maupun pendidikan dokter gigi spesialis.

Sejumlah bidang spesialis yang menjadi prioritas antara lain Jantung dan Pembuluh Darah, Saraf atau Neurologi, THT-KL, Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Orthopedi dan Traumatologi, Kedokteran Jiwa, Urologi, Penyakit Dalam, serta Mata.

“Kami juga meminta para penerima beasiswa, khususnya di sektor kesehatan, untuk nantinya mengabdi di Banyuwangi. Harapannya, mereka bisa ikut memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, di Banyuwangi secara berkelanjutan,” kata Ipuk.

Selain sektor kesehatan, Beasiswa Banyuwangi Progresif juga diarahkan untuk memperkuat SDM di sejumlah bidang yang dinilai strategis bagi pembangunan daerah.

Bidang tersebut meliputi Pendidikan, Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Teknik dan Infrastruktur, Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Ilmu Sosial, Hukum, hingga Perikanan.

“Bidang-bidang tersebut kami dorong karena memiliki peran penting dalam pengembangan Banyuwangi. Jadi, selain membuka akses pendidikan, beasiswa ini juga kami arahkan untuk memperkuat kapasitas SDM di berbagai bidang,” terang Ipuk.

Menurutnya, pengembangan program beasiswa sejak 2011 terus disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan dan arah pembangunan daerah. Dengan demikian, lulusan penerima beasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan Banyuwangi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian mengatakan, hingga proses seleksi berlangsung, tercatat sebanyak 613 orang mendaftar Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026.

Gesah Bareng Bupati Bahas Pendidikan Banyuwangi, dari Beasiswa hingga Masa Depan Disabilitas

Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 peserta telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak melanjutkan ke tahapan tes psikologi serta wawancara.

“Penetapan penerima beasiswa sekaligus pengumuman hasil akhir seleksi dijadwalkan pada akhir September 2026,” kata Alfian.

Ia menjelaskan, beasiswa diberikan kepada peserta yang lolos seleksi sejak awal masa penerimaan hingga menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan program.

Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Refill, Belanja Kebutuhan Harian Tanpa Kemasan Sekali Pakai

Untuk mahasiswa program Kedokteran, bantuan diberikan hingga maksimal semester 12. Sementara penerima dari program studi lainnya dapat memperoleh beasiswa hingga maksimal semester 8.

“Beasiswa yang diberikan mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, buku dan bahan ajar, riset atau penelitian, serta praktik,” pungkasnya.

Artikel Terkait