Banyuwangi Raih Sidaya Awards 2026, Miliki 153 Sekolah Lansia dengan 4.590 Peserta

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 6 November 2026, 20:55 WIB
1001172195
Wakil Bupati Banyuwang, Mujiono (kiri), usai menerima penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan pembangunan keluarga.

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi meraih penghargaan Lansia Berdaya (Sidaya) Awards 2026 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga). Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Banyuwangi dalam mengembangkan program pemberdayaan yang mendorong warga lanjut usia (lansia) tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Penghargaan diserahkan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, kepada Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, dalam forum Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Collaboration Summit di Jakarta, Kamis malam (5/11/2026). Banyuwangi dinobatkan sebagai kabupaten terbaik pelaksana program Sidaya untuk klaster II Jawa-Bali.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat dan memperluas program pemberdayaan lansia,” kata Mujiono, Jumat (6/11/2026).

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Pemkab Banyuwangi dalam menjalankan program Sidaya yang diinisiasi Kemendukbangga. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap memiliki kesempatan untuk belajar, beraktivitas, bersosialisasi, hingga mengembangkan potensi diri.

Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Banyuwangi meraih nilai tertinggi dalam pelaksanaan program ini dengan membentuk 153 sekolah lansia yang tersebar di seluruh kecamatan. Jumlah pesertanya mencapai 4.590 orang.

“Hampir seluruh desa dan kelurahan di Banyuwangi telah memiliki Sekolah Lansia. Ini menjadi ruang bagi para lansia untuk terus belajar, bersosialisasi, menjaga kesehatan, dan mengembangkan potensi diri. Kami ingin mereka tetap aktif, produktif, dan bahagia di usia lanjut,” terang Mujiono.

Melalui Selantang, para peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai aspek kehidupan. Materinya mencakup kesehatan fisik dan mental, kehidupan sosial, spiritualitas, serta pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah lansia tidak hanya menjadi tempat memperoleh edukasi kesehatan, tetapi juga ruang bagi para peserta untuk tetap berinteraksi dan berperan di lingkungan sosialnya.

Selain pendidikan dan pendampingan kesehatan, Pemkab Banyuwangi juga mengembangkan pelatihan keterampilan dan kewirausahaan. Program ini ditujukan agar lansia tetap memiliki kesempatan untuk berkarya, mengembangkan kemampuan, bahkan memperoleh penghasilan sesuai potensi masing-masing.

“Program ini kami laksanakan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar. Pelatihan dilakukan secara terjadwal di balai desa maupun kelurahan, dengan jenis keterampilan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan para peserta,” jelasnya.

Geopark Ijen Raih Green Card UNESCO, Berhasil Pertahankan Status Geopark Dunia

Upaya pemberdayaan tersebut juga dilengkapi dengan pemantauan kondisi kesehatan lansia. Pemkab secara berkala mengadakan pemeriksaan kesehatan, kemudian hasilnya dilaporkan melalui aplikasi SIDAYA. Sistem ini digunakan untuk mendukung pendataan dan pemantauan kondisi lansia secara lebih terintegrasi.

Inflasi Banyuwangi Terendah di Jatim, Tercatat 2,69 Persen pada September 2026

Mujiono menegaskan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan lansia tetap mendapatkan perhatian dan kesempatan menjalani kehidupan yang berkualitas.

“Kami ingin para lansia tidak sekadar memiliki usia harapan hidup yang panjang, tetapi juga menikmati masa tua dengan sehat, mandiri, tetap produktif dengan menyesuaikan usianya, dan tetap memiliki peran di tengah keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.

Artikel Terkait