ASN Banyuwangi Berpakaian Ala Santri Sepekan, Pemkab Gelar Beragam Kegiatan Hari Santri

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 21 Oktober 2026, 19:13 WIB
1001138163
Sejumlah ASN Pemkab Banyuwangi mengenakan pakaian ala santri.

BanyuwangiNet.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengenakan pakaian ala santri selama sepekan, mulai 19 hingga 24 Oktober 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional sekaligus bentuk penghormatan terhadap kontribusi santri dalam perjuangan bangsa dan pembangunan daerah.

Selama periode tersebut, ASN muslim laki-laki diwajibkan mengenakan sarung dan kemeja muslim. Sementara itu, ASN muslim perempuan mengenakan gamis atau busana muslimah. Adapun ASN yang beragama lain menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, kebijakan tersebut merupakan salah satu cara untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional sekaligus mengenang peran penting kalangan santri dalam sejarah Indonesia.

“Hari Santri di Banyuwangi selalu diperingati dengan meriah di Banyuwangi. Kami juga mengajak karyawan pemkab untuk mengenakan pakaian ala santri,” kata Ipuk, Rabu, (21/10/2026).

Selain mengajak ASN mengenakan pakaian ala santri, Pemkab Banyuwangi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan kalangan pesantren dan masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi Rembug Santri, Santri Mengajar, serta pemeriksaan kesehatan bagi kalangan pesantren.

70 Santri Banyuwangi Mengajar di 26 Sekolah dalam Program Santri Mengajar, Kenalkan Kehidupan Pesantren

Rangkaian kegiatan lainnya mencakup Festival Anak Sholeh, Pelatihan Masjid Affiliate, Santri Enterpreneur, serta Upacara Hari Santri yang menjadi puncak peringatan pada 22 Oktober 2026.

Menurut Ipuk, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas sejarah panjang perjuangan para santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kontribusi santri dan ulama juga dinilai tetap relevan dalam mendukung pembangunan daerah.

Rembug Santri Banyuwangi Diikuti 50 Peserta, Bahas Sound Horeg hingga Kekerasan di Pesantren

Ia menegaskan, Hari Santri tidak sekadar menjadi peringatan seremonial, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama dan santri. Nilai-nilai tersebut meliputi semangat pengabdian, kejujuran, kerja keras, dan cinta tanah air.

“Nilai-nilai ini harus terus kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk terus diterapkan oleh ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik,” ujarnya.

Artikel Terkait