Gandrung Sewu 2026 Dongkrak Penumpang Kereta Api di Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 26 Oktober 2026, 20:05 WIB
WhatsApp Image 2026-10-26 at 13.22.05
Sejumlah penumpang memasuki Stasiun Ketapang, Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, pada Sabtu, (24/10/2026), turut mendorong peningkatan jumlah penumpang kereta api. Kenaikan mobilitas masyarakat ini terlihat menjelang dan setelah pagelaran seni budaya yang masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara tersebut.

Manager Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan jumlah penumpang kereta api di wilayah Banyuwangi selama periode 23–25 Oktober 2026 mencapai 33.311 orang. Jumlah tersebut meningkat 3,57 persen dibandingkan periode 16–18 Oktober 2026 yang tercatat sebanyak 32.163 orang.

“Kenaikan ini terjadi bertepatan dengan penyelenggaraan Gandrung Sewu, salah satu pertunjukan seni budaya unggulan yang menjadi identitas Kabupaten Banyuwangi sekaligus daya tarik bagi wisatawan,” jelas Cahyo, Senin (26/10/2026).

Menurut Cahyo, kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat untuk menjangkau berbagai destinasi, termasuk kegiatan berskala besar yang menarik kunjungan wisatawan.

Ia menambahkan, Gandrung Sewu merupakan kebanggaan masyarakat Banyuwangi yang menampilkan kekayaan budaya daerah. KAI Daop 9 Jember mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang pada periode penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kereta api hadir sebagai alternatif transportasi yang memudahkan masyarakat dari berbagai wilayah untuk terhubung dengan Banyuwangi, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya lokal,” tegasnya.

Peningkatan mobilitas penumpang juga terjadi di sejumlah wilayah lain di kawasan Tapal Kuda. Di Kabupaten Pasuruan, jumlah penumpang kereta api selama periode 23–25 Oktober 2026 mencapai 1.744 orang, naik sekitar 0,8 persen dibandingkan periode 16–18 Oktober 2026 yang sebanyak 1.730 orang.

Sementara itu, Kabupaten Probolinggo mencatat 3.667 penumpang, meningkat sekitar 2,5 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 3.579 orang. Adapun jumlah penumpang di Jember dan Lumajang terpantau stabil.

“Pada periode yang sama, jumlah penumpang di kedua wilayah tersebut masing-masing mencapai 26.776 orang dan 1.601 orang,” terangnya.

Data tersebut menunjukkan peran kereta api dalam menunjang konektivitas antardaerah di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. Jaringan perjalanan yang menghubungkan berbagai kota dan kabupaten memberikan alternatif bagi masyarakat yang hendak menuju Banyuwangi tanpa sepenuhnya bergantung pada kendaraan pribadi.

Dukungan KAI Daop 9 Jember terhadap Gandrung Sewu juga diwujudkan melalui upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi pelanggan. Sebagai bagian dari peningkatan pengalaman penumpang (passenger experience), tari Gandrung pernah ditampilkan di atas KA Sangkuriang. Tarian khas Banyuwangi itu juga menyambut kedatangan penumpang di Stasiun Kalibaru dan Stasiun Banyuwangi Kota.

Diskon Tiket Kereta Gandrung Sewu 2026 Masih Tersedia 12.060 Tiket

Pertunjukan budaya di kereta api dan stasiun tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap warisan budaya lokal sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan.

“Melalui pendekatan ini, perjalanan menggunakan kereta api tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga kesempatan untuk mengenal kekayaan seni dan budaya daerah yang dilalui,” katanya.

Gandrung Sewu 2026 Dongkrak Omzet UMKM Banyuwangi, Penjualan Naik hingga Berkali Lipat

Cahyo menambahkan, transportasi massal memiliki kontribusi penting dalam mendukung kegiatan pariwisata secara lebih efisien dan ramah lingkungan. KAI Daop 9 Jember berupaya memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di kawasan Tapal Kuda yang ingin berkunjung ke Banyuwangi.

“Kereta api memungkinkan pelanggan merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman dan membantu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Kami berharap konektivitas ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata daerah,” ujarnya.

Artikel Terkait