Delegasi Bisnis Nigeria Jajaki Potensi Pertanian dan Investasi di Banyuwangi
Rombongan delegasi Nigeria diterima Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin, (26/10/2025). Dalam pertemuan tersebut, President Nigerian Indonesian Chamber of Commerce and Industry (NICCI), Ishmael Balogun, menjelaskan tujuan kunjungan mereka ke Banyuwangi.
“Nigeria saat ini menjadi mitra dagang nomor satu Indonesia di benua Afrika. Berbagai produk dari Indonesia seperti fast-moving consumer goods (FMCG), pakaian, farmasi, hingga elektronik masuk ke pasar Nigeria,” kata Ishmael.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan virtual antara Ishmael Balogun dan Bupati Ipuk beberapa waktu sebelumnya. Ishmael mengatakan, Indonesia dan Nigeria telah menjalin hubungan ekonomi strategis. Pihaknya kini menjajaki berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan, termasuk dengan Banyuwangi.
“Kami melihat keberhasilan Banyuwangi dalam mengelola sumber dayanya. Kami ingin membuka koridor perdagangan baru, mengeksplorasi komoditas unggulan, baik pertanian, perikanan, hingga pariwisata Banyuwangi,” ujarnya.
Menurut Ishmael, peluang kerja sama mencakup modernisasi pertanian melalui transfer pengetahuan, pengembangan akuakultur dan perikanan, serta investasi hijau di bidang energi bersih.
Selama dua hari di Banyuwangi, delegasi Nigeria mengunjungi sejumlah lokasi penghasil komoditas unggulan. Di antaranya Perkebunan Kopi Alas Malang di Kecamatan Kalibaru, perkebunan buah naga di Kecamatan Purwoharjo, industri beras organik, serta industri gula di Glenmore.
Kepala Desa dan Lurah se-Banyuwangi Deklarasi Siaga Penanganan TBC
Ishmael juga menginisiasi penjajakan kerja sama sister city antara Banyuwangi dan Lagos, salah satu pusat ekonomi Nigeria. Ia menargetkan kunjungan delegasi dari Afrika ke Banyuwangi dapat dilakukan secara rutin setiap kuartal atau empat kali dalam setahun. Langkah ini diharapkan menjaga konsistensi pelaksanaan kerja sama agar memberikan manfaat luas dan berkelanjutan bagi kedua pihak.
Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, penjajakan kerja sama tersebut berpotensi menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha dan UMKM Banyuwangi untuk menembus pasar ekspor, khususnya Nigeria.
Wamenkes Apresiasi Inovasi Kesehatan Banyuwangi, dari Home Care hingga Dashboard Real Time
Menurut Ipuk, delegasi bisnis Nigeria menunjukkan ketertarikan terhadap kopi dan buah naga Banyuwangi. Mereka juga membuka peluang pengiriman pelaku usaha Banyuwangi ke Nigeria untuk berbagi pengetahuan serta mengembangkan komoditas tersebut.
“Mereka juga berniat meminta pelaku usaha Banyuwangi berangkat ke Nigeria untuk pengembangan dan peningkatan kopi dan buah naga di sana. Mereka rupanya juga tertarik dengan manajemen pengelolaan sampah Banyuwangi saat berkunjung di TPS 3R Balak,” kata Ipuk.