Festival Merdeka Belajar 2021, Dorong Pendidikan Inklusif di Banyuwangi

BANYUWANGI–Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Merdeka Belajar (FMB), Sabtu (12/12/2021), sebagai upaya memotivasi sekolah yang mengadaptasi program tersebut untuk mendorong pendidikan yang inklusif. Merdeka Belajar merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti).
Festival Merdeka Belajar digelar secara hybrid. Ini merupakan puncak rangkaian pendampingan dan monitoring program merdeka belajar yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang bahagia, merdeka dalam berpikir, dan berekspresi bagi siswa dan para guru di Banyuwangi. “Merdeka Belajar merupakan program yang strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Bagaimana pendidikan semakin inklusif dan tidak hanya sekadar terkungkung pada formalitas birokratis,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Dengan Merdeka Belajar para siswa dan guru bisa menyesuaikan diri di situasi pandemi. Kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung melalui berbagai alternatif yang memadai salah satunya dengan memanfaatkan media teknologi.
Ipuk mengatakan dengan teknologi kegiatan pembelajaran akan semakin mudah. Belajar tidak harus di sekolah tapi bisa dilakukan di mana saja. “Bisa di taman, café, atau tempat lainnya yang membuat siswa merasa nyaman dan senang menerima pelajaran,” kata Ipuk.
Ipuk juga meminta guru menyesuaikan diri dengan penggunaan teknologi sebagai perangkat mengajar. “Guru juga bisa mengajar dari mana saja. Misalnya saat sedang berada di luar kota, guru tetap bisa memberikan pelajaran pada siswanya. Saat ini tidak ada alasan siswa tidak mendapat pelajaran karena gurunya sedang ada kepentingan,” tambah Ipuk.
Bupati perempuan itu juga mendorong agar tenaga pendidik bisa terus berinovasi sehingga proses pendidikan tetap berjalan optimal. Alumni Universitas Negeri Jakarta tersebut mengatakan, saat ini telah memasuki era society 5.0, sehingga tidak boleh ada lagi guru yang gagap teknologi. “Guru harus terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan inovasi memberikan pelayanan yang semakin baik kepada siswa. Lewat Festival Merdeka Belajar ini, ciptakan suasana belajar yang semakin nyaman dan membahagiakan bagi anak-anak kita,” pinta Ipuk.
Baca Juga:
Sektor pendidikan merupakan program prioritas utama Kabupaten Banyuwangi. Ipuk berharap dunia pendidikan bisa berhasil sehingga mampu mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berakhlak. Jangan sampai karena pandemi Covid-19, generasi penerus mengalami penurunan kualitas.
“Dunia pendidikan harus adaptif dan mampu merespons berbagai perubahan zaman. Salah satu cara beradaptasi melalui program Merdeka Belajar,” kata Ipuk.
Festival Merdeka Belajar Pertama di Indonesia
Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno menjelaskan, Festival Merdeka Belajar merupakan yang pertama di Banyuwangi juga di Indonesia. Menurutnya Festival Merdeka Belajar ini bertujuan untuk mendorong percepatan pelaksanaan program Merdeka Belajar yang telah diluncurkan Menteri Pendidikan Nadiem Makariem.
Festival Merdeka Belajar diikuti 97 lembaga pendidikan formal maupun non formal, mulai TK, SD, SMP, hingga PKBM. Terdiri dari dua TK, 75 SD, 14 SMP, dan enam PKBM yang telah menerapkan konsep Merdeka Belajar di Banyuwangi.
Lembaga-lembaga pendidikan tersebut mengikuti serangkaian seleksi dan monitoring dari tim monitoring dan evaluasi yang terdiri dari pengawas sekolah, penilik, koordinator wilayah, dan perwakilan Dinas Pendidikan Banyuwangi. Rangkaian Festival Merdeka Belajar ini telah berjalan sejak Oktober 2021.
“97 lembaga pendidikan ini telah membuat berbagai inovasi yang selaras dengan konsep Merdeka Belajar. Mulai pembelajaran secara hybrid, perpustakaan digital, pembelajaran menggunakan game, dan banyak lainnya. Dengan ditampilkan dalam Festival Merdeka Belajar ini, kami harap bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk segera mengimplementasikan program Merdeka Belajar,” kata Suratno.