Tradisi Sakral Suku Osing, Seblang Bakungan Kembali Digelar; Jadi Magnet Wisatawan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 1 Juni 2026, 16:51 WIB
1000875438
Penari Seblang Bakung menari dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tradisi ini digelar setiap tahun pada bulan Dzulhijjah

BanyuwangiNet.com – Masyarakat Suku Osing di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, kembali menggelar ritual Seblang, tradisi sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Tradisi tersebut menjadi salah satu daya tarik wisatawan selama libur panjang Idul Adha 2026.

Seblang Bakungan merupakan ritual adat yang memadukan unsur spiritual, seni tari, dan kebersamaan masyarakat. Tradisi ini digelar setiap bulan Dzulhijah atau sekitar satu pekan setelah Hari Raya Idul Adha sebagai bentuk doa dan harapan akan keselamatan serta kesejahteraan warga.

Pada pelaksanaan tahun ini, tarian Seblang dibawakan oleh Isni, (54). Dia sudah ketiga kalinya dipercaya menjalankan peran sebagai penari Seblang.

Berbeda dengan pertunjukan tari pada umumnya, Seblang Bakungan dibawakan dalam kondisi trance atau tidak sadar. Dalam kepercayaan masyarakat setempat, kondisi tersebut menjadi bagian penting dari ritual yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Rangkaian ritual dimulai dengan salat Magrib dan salat hajat bersama di masjid setempat. Warga kemudian memanjatkan doa untuk keselamatan, ketenteraman, dan kesejahteraan desa.

Setelah itu, masyarakat menggelar kenduri massal di sepanjang jalan lingkungan Bakungan. Beragam hidangan tradisional disajikan, termasuk pecel pithik yang menjadi kuliner khas masyarakat Osing.

Suasana semakin khidmat ketika warga membawa oncor atau obor berkeliling desa dalam prosesi yang dikenal sebagai ider bumi. Cahaya obor yang menerangi malam menjadi simbol kebersamaan sekaligus penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Puncak acara berlangsung saat penari Seblang memasuki kondisi trance dan mulai menari dengan mata terpejam. Gerakan tarian diiringi alunan gending tradisional seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto.

Dalam tradisi masyarakat Osing, penari Seblang diyakini sedang menjalani ritual spiritual yang menjadi bagian dari warisan budaya leluhur.

Keunikan ritual tersebut menarik perhatian ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara, termasuk wisatawan mancanegara. Salah satunya adalah Gergo Zalatnai, wisatawan asal Hungaria yang mengaku terkesan dengan tradisi yang belum pernah ia temui di tempat lain.

“Unik, penarinya paruh baya, dan sedang kehilangan kesadaran. Sangat tidak lazim, tapi justru ini yang membuat menarik. Saya belum pernah melihat seperti ini di tempat lain,” ujarnya.

Kesan serupa disampaikan Riski, wisatawan asal Yogyakarta yang sengaja datang ke Banyuwangi untuk menyaksikan ritual Seblang Bakungan.

“Terkesan, terasa magisnya. Selain itu saya juga kagum dengan warga di sini yang gotong royong terus menggelar acara ini setiap tahunnya,” katanya.

Tradisi Unik Idul Adha di Banyuwangi, Sapi Kurban Dihias dan Dimuliakan Sebelum Disembelih

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi komitmen masyarakat Bakungan dalam menjaga dan melestarikan tradisi yang diyakini telah ada sejak tahun 1639 tersebut.

Menurut Ipuk, keberlangsungan Seblang tidak hanya penting sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

“Tradisi ini bukan sekadar upaya menjaga warisan leluhur, tapi juga memastikan budaya lokal tetap eksis di tengah modernisasi. Ini juga menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan warga,” ujarnya.

Tradisi Ithuk-Ithukan di Banyuwangi, Cara Warga Rejopuro Syukuri Sumber Air

Di Banyuwangi, tradisi Seblang masih bertahan di dua wilayah yang menjadi pusat budaya masyarakat Suku Osing, yaitu Kelurahan Bakungan dan Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. Meski sama-sama bernama Seblang, kedua tradisi tersebut memiliki karakteristik berbeda.

Seblang Bakungan digelar setiap bulan Dzulhijah dan dibawakan oleh perempuan yang telah berusia dewasa atau paruh baya. Sementara Seblang Olehsari dilaksanakan setelah Idul Fitri dan diperankan oleh penari yang masih berusia muda.

Kelestarian dua ritual Seblang ini menjadi bukti kuatnya komitmen masyarakat Suku Osing dalam menjaga warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas Banyuwangi selama berabad-abad.

Artikel Terkait