Tradisi Unik Idul Adha di Banyuwangi, Sapi Kurban Dihias dan Dimuliakan Sebelum Disembelih
BanyuwangiNet.com – Warga Lingkungan Papring, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, memiliki cara istimewa dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.
Di daerah ini, sapi kurban tak hanya dipersiapkan secara fisik, tapi juga diperlakukan secara khusus melalui serangkaian tradisi turun-temurun yang memperlihatkan penghormatan terhadap hewan kurban.
Tradisi ini dimulai sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Warga bersama-sama memandikan sapi-sapi yang akan dikurbankan. Setelah dibersihkan, hewan-hewan tersebut diberi wewangian dan diistirahatkan agar tenang. Pada malam harinya, warga menggelar tasyakuran bersama sebagai bagian dari persiapan spiritual dan sosial.
“Ijen Rijig: Kawah Ijen Ditutup Setiap Awal Bulan Demi Kebersihan dan Pemulihan Ekosistem”
Pagi hari jelang penyembelihan, sapi-sapi tersebut dibawa mendekati lokasi pemotongan. Namun sebelum itu, mereka dirias terlebih dahulu—diberi bedak, disisir, bahkan diberi celak di sekitar mata. Lehernya dihiasi benang tenun, sementara kepala dan tanduknya dililit bunga tujuh rupa. Tak hanya itu, punggung sapi juga diselimuti kain kafan putih, yang melambangkan pengantaran hewan menuju kematian secara mulia.
“Ini bukan kewajiban agama, tapi sudah jadi adat dari leluhur kami,” ujar Asnoto, warga RT 04 RW 02 Papring. Ia menjelaskan bahwa tradisi ini sudah dijalankan selama bertahun-tahun dan menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.
Tour de Banyuwangi Ijen 2025 Siap Digelar, Etape Ijen Jadi Tantangan Terberat
Tahun ini, dua ekor sapi dikurbankan di lingkungan tempat tinggal Asnoto, masing-masing berasal dari keluarga almarhumah dan keluarga Jawahir. Kedua sapi itu dihias dan diperlakukan dengan penuh penghormatan sesuai adat.
Menurut Asnoto, tradisi memuliakan hewan kurban dimaksudkan agar hewan merasa nyaman dan dihargai sebelum disembelih. Hal ini juga merupakan bentuk kebaikan yang diajarkan oleh para leluhur mereka.
Jelang Idul Adha 2025, Ternak Warga Desa Temuasri Banyuwangi Banyak Dicuri
“Nenek-nenek kami dulu berpesan, kalau kami berkurban dan memiliki rezeki lebih, hendaknya hewan kurban itu dimandikan, dihias, dan diperlakukan dengan baik agar tampak layak saat disembelih,” kata Asnoto.
Setelah seluruh prosesi selesai, sapi dibawa ke tempat penyembelihan. Proses penyembelihan dilakukan secara gotong royong oleh warga. Seperti umumnya perayaan Idul Adha di berbagai daerah, daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar.