“Ijen Rijig: Kawah Ijen Ditutup Setiap Awal Bulan Demi Kebersihan dan Pemulihan Ekosistem”

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 5 Juni 2025, 12:02 WIB
IMG-20250605-WA0015

BanyuwangiNet.com – Kawah Ijen Banyuwangi akan ditutup sementara, Jumat (6/6/2025), dalam rangka kegiatan rutin bulanan bertajuk Ijen Rijig. Penutupan ini bertujuan untuk membersihkan kawasan dan memberi waktu bagi ekosistem lokal untuk pulih dari aktivitas wisata

Kepala Seksi V Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Dwi Sugiarto, menjelaskan penutupan dilakukan setiap Jumat di pekan pertama setiap bulan. Selama 24 jam penuh, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB, seluruh jalur pendakian akan ditutup bagi pengunjung.

Tour de Banyuwangi Ijen 2025 Siap Digelar, Etape Ijen Jadi Tantangan Terberat

“Ini kegiatan rutin. Tiap Jumat awal bulan, jalur pendakian untuk wisatawan kita tutup karena kita bersih-bersih,” kata Dwi, Kamis (5/6/2025).

Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar untuk membersihkan sampah, tetapi juga sebagai langkah untuk memulihkan keseimbangan ekosistem di sekitar kawasan Ijen. Selain itu, kegiatan ini menjadi momen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelaku wisata mengenai pentingnya pengelolaan limbah di kawasan wisata alam.

Jelang Idul Adha 2025, Ternak Warga Desa Temuasri Banyuwangi Banyak Dicuri

“Ini juga bagian dari kita memberikan waktu bagi ekosistem di sana untuk memulihkan diri. Minimal sehari dalam sebulan kita berikan kesempatan bagi satwa di sekitar Ijen untuk bergerak bebas tanpa merasa terganggu oleh pengunjung,” ungkapnya.

Setiap Jumat di pekan pertama, jalur pendakian Kawah Ijen ditutup selama 24 jam sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan. Program ini melibatkan petugas Taman Wisata Alam (TWA), komunitas lokal, dan relawan dalam kegiatan pembersihan sampah, edukasi pengelolaan limbah, hingga pemulihan jalur pendakian. Sampah hasil kegiatan dikirim ke TPS3R Dewi Tari untuk dipilah dan diolah.

Kebijakan Kurangi Plastik Bupati Banyuwangi, Hidupkan Kembali UMKM Kerajinan Bambu

Ijen Rijig biasanya dimulai sejak pagi hari, sekitar pukul 05.30 WIB, dan melibatkan berbagai pihak. Mulai dari petugas TWA Ijen, komunitas lokal, relawan, pendaki, hingga pelaku usaha wisata.

“Tujuannya tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga alam,” ujar Dwi.

Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari puncak Gunung Ijen hingga area Paltuding. Prosesnya telah dimulai sejak H-1, dengan fokus awal di area puncak. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut ke bawah untuk dilanjutkan dengan pembersihan di area bawah pada hari pelaksanaan.

Reza, seorang wisatawan asal Bali yang baru-baru ini mendaki Gunung Ijen, mengungkapkan kesannya terhadap kebersihan kawasan tersebut.

Lebih dari 80 Event Wisata di Banyuwangi Festival 2025, Gandrung Sewu hingga Tour de Ijen

“Saya sudah mendaki sejumlah gunung di Bali dan Jawa. Ijen menurut saya adalah yang paling bersih,” tuturnya.

Sebagai destinasi unggulan Banyuwangi dan bagian dari UNESCO Global Geopark, Kawah Ijen terus dijaga kebersihannya. Program Ijen Rijig menjadikan pariwisata dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan.

Artikel Terkait