Gandrung Sewu 2026 Diikuti 1.300 Penari, 200 Peserta Datang dari Luar Banyuwangi
Tingginya minat peserta terlihat dari proses seleksi yang diikuti anak-anak muda dari berbagai daerah. Mereka ingin menjadi bagian dari salah satu pertunjukan budaya unggulan Banyuwangi yang dikenal luas melalui media sosial.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, peserta dari luar daerah datang dari berbagai kota, antara lain Jakarta, Palembang, Bali, Malang, Batu, Blitar, Kediri, dan Pasuruan.
“Mereka datang dari Jakarta, Palembang, Bali, Malang, Batu, Blitar, Kediri, Pasuruan, dan sejumlah daerah di lainnya,” jelas Ipuk, Senin, (12/10/2026).
Salah satu peserta dari luar Banyuwangi adalah Asiva Kirana Nadinar, siswi SMK Putikecwara, Kota Batu. Ia mengaku senang karena berhasil lolos seleksi dan mendapat kesempatan tampil dalam Gandrung Sewu 2026.
Ketertarikannya bermula ketika melihat video pertunjukan Gandrung Sewu yang viral di media sosial. Sejak saat itu, ia ingin merasakan langsung pengalaman menjadi penari dalam pertunjukan kolosal tersebut.
“Merinding melihat Gandrung Sewu. Pertama melihat langsung kepikiran ingin ikut. Makanya tahun ini saya mendaftar, dan lolos seleksi. Senang banget, sudah tidak sabar ingin segera bergabung,” ungkapnya.
Ipuk mengaku bangga karena kesenian tradisional Banyuwangi tetap mendapat tempat di hati generasi muda, meskipun perubahan zaman berlangsung begitu cepat.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, Gandrung masih hidup di hati generasi muda. Mereka tidak sekadar mengenal, tapi juga bangga mengenakan kostum, dan belajar menari gandrung,” ungkapnya.
Ribuan Penari Matangkan Persiapan Gandrung Sewu 2026, Pertama Kali Digelar Malam Hari
Menurut Ipuk, antusiasme peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan identitas budayanya.
Gandrung Sewu 2026 juga menghadirkan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, pertunjukan tari kolosal ini dijadwalkan berlangsung pada malam hari. Penyelenggaraan tersebut mendapat dukungan dari InJourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata.
Jelang Gandrung Sewu 2026, Tim Kreatif Ziarah ke Makam Leluhur Seblang Olehsari
Konsep malam hari akan dipadukan dengan penggunaan elemen fosfor pada kostum penari serta tata cahaya khusus. Perpaduan tersebut diharapkan menghasilkan efek visual glow in the dark yang memberikan pengalaman berbeda bagi penonton.
“Ini bukan sekadar perubahan waktu pelaksanaan, tetapi kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada penonton dan wisatawan,” tambah Ipuk.