TPS 3R Balak Banyuwangi Bisa Ubah Sampah Jadi RDF, Bahan Bakar Alternatif Ramah Lingkungan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 23 September 2025, 21:33 WIB
TPS 3R Desa Balak Banyuwangi.
TPS 3R Desa Balak Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com -Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Balak di Kecamatan Songgon kini memiliki inovasi baru dalam pengolahan sampah. Sejak Agustus 2025, fasilitas yang dibangun atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan Norwegia itu mampu mengolah sampah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF), bahan bakar alternatif pengganti batubara yang lebih ramah lingkungan.

RDF merupakan energi terbarukan yang dihasilkan dari sampah, berbeda dengan batubara yang berasal dari sumber daya tak terbarukan. Bahan bakar ini banyak digunakan di industri semen dan pembangkit listrik karena mampu menekan emisi karbon.

Bupati Ipuk Lantik Sekda Banyuwangi di Tempat Pengolahan Sampah, Ini Maknanya

Kepala UPT dan Penanggung Jawab TPS 3R Balak, Ambrullah, menjelaskan Banyuwangi telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Solusi Bangun Indonesia, anak perusahaan Semen Indonesia, yang mengoperasikan pabrik semen di Tuban.

“Kami diarahkan nanti kirimnya ke Pabrik Semen Tuban. Skemanya sudah diatur, tinggal menunggu jadwal pengiriman pertama,” ujar Ambrullah, Selasa (23/9/2025).

Menurutnya, mesin pengolah di TPS 3R Balak mampu memproses hingga 20 ton sampah per hari menjadi RDF. Namun saat ini, kapasitas operasional dibatasi 10–15 ton per hari karena masih tahap uji coba.

Banyuwangi Ijen Geopark Downhill 2025: Ratusan Rider Dunia Adu Nyali di Trek Ekstrem

Berbagai Jenis Pengolahan Sampah

Selain menghasilkan RDF, TPS 3R Balak juga melakukan pengolahan sampah organik menjadi kompos serta mendaur ulang sampah nonorganik yang masih memiliki nilai guna. Dari total luas lahan 1,5 hektare, area depan difokuskan untuk proses pengomposan.

Inovasi ini membuat residu sampah yang tidak bisa diolah semakin kecil. “Sekarang residu masih di antara 10–15 persen. Target kami bisa ditekan hingga 5 persen atau bahkan nol,” tambah Ambrullah.

Inovasi Bisnis Kreatif Jagoan Banyuwangi 2025 Angkat Potensi Lokal

Sejak beroperasi dua tahun lalu, jangkauan TPS 3R Balak terus berkembang. Dari awal hanya enam kecamatan, kini mencakup delapan kecamatan: Songgon, Singojuruh, Rogojampi, Kabat, Sempu, Cluring, dan Gambiran.

Dari kapasitas total 84 ton per hari, saat ini TPS 3R Balak mengolah 25–35 ton sampah rumah tangga maupun industri. Angka ini diprediksi terus meningkat seiring bertambahnya jangkauan layanan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa pola pengelolaan sampah harus berubah dari sekadar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi sistem sirkular yang ramah lingkungan.

Pemkab Banyuwangi Apresiasi 1.096 Pendonor Darah Sukarela dengan Penghargaan

“Inilah yang terus dikembangkan melalui program Banyuwangi Hijau, hasil kolaborasi dengan Borealis (Austria) dan Clean Rivers (Uni Emirat Arab). Program ini akan memperluas pengelolaan sampah sirkular hingga menjangkau seluruh kabupaten,” kata Ipuk.

Salah satunya dengan membangun TPS 3R baru di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, yang akan melayani 37 desa di delapan kecamatan dengan kapasitas 160 ton per hari. Selain itu, akan dibangun dua Stasiun Peralihan Antara (SPA) berkapasitas 50 ton per hari di dua lokasi berbeda. Jika semua beroperasi, total kapasitas tambahan bisa mencapai 260 ton per hari.

66 PPPK Tenaga Kesehatan dan Teknis di Banyuwangi Resmi Terima SK Pengangkatan

Sebelumnya, sejak 2018 Banyuwangi telah bekerja sama dengan Project Stop untuk memulai pengelolaan sampah sirkular. Saat itu berdiri dua TPS 3R di Kecamatan Muncar, yakni TPS 3R Bio Mandiri Lestari di Desa Tembokrejo dan TPS 3R Sidoayu di Desa Sumberberas.

Kedua TPS tersebut melayani 90.000 jiwa dari total 130.000 jiwa di Muncar, mengelola lebih dari 116.000 ton sampah, dan menyerap lebih dari 100 tenaga kerja lokal. Keberhasilan itu juga mengantarkan Pemkab Banyuwangi meraih Plakat Adipura.

Artikel Terkait