Hujan Deras Picu Luapan Sungai di Banyuwangi, BPBD Petakan Wilayah Rawan Bencana
BanyuwangiNet.com – Hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur sejumlah wilayah di Banyuwangi. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana hidrometeorologi, terutama untuk mengantisipasi banjir, tanah longsor, dan luapan sungai.
Hujan deras terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Licin dan Songgon pada Senin dini hari (2/11/2026). Curah hujan tinggi tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap di beberapa titik.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Partana, mengatakan, tim gabungan telah turun ke lapangan untuk melakukan mitigasi dan asesmen di sejumlah lokasi terdampak.
“Kami bersama tim sudah turun ke lapangan melakukan mitigasi dan asesmen di sejumlah titik terdampak. Ada beberapa lokasi yang menjadi atensi, yakni Dusun Simacan Kecamatan Licin, Kecamatan Songgon, dan Singojuruh,” jelas Partana.
Di Dusun Simacan, Desa Kluncing, Kecamatan Licin, luapan air menyebabkan struktur penyangga jalan paving di tepi tebing mengalami longsor sepanjang sekitar 25 meter. BPBD telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, peningkatan debit air juga terjadi di Sungai Badeng, Kecamatan Songgon. Akibatnya, satu kandang ternak beserta sejumlah kambing dilaporkan hanyut terbawa arus.
Kondisi serupa terjadi di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh. Sekitar pukul 04.00 WIB, debit air sungai meningkat hingga hampir menyentuh bagian bawah jembatan. Air sempat meluap ke kawasan permukiman dan membawa material lumpur ke sejumlah gang di jalan kampung.
Meski sempat terjadi luapan, kondisi aliran sungai di wilayah tersebut kini dilaporkan telah kembali normal.
“Saat ini, kondisi aliran sungai dilaporkan telah kembali normal,” kata Partana.
Partana menjelaskan, berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Banyuwangi masih berada dalam periode musim kemarau. Namun, hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi di sejumlah wilayah sehingga masyarakat dan pemerintah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan.
Untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, Pemkab Banyuwangi memperkuat koordinasi lintas sektor melalui pembentukan tim kesiapsiagaan. Tim tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), hingga pengelolaan jalur evakuasi.
“Tim ini melibatkan banyak unsur, mulai OPD terkait di lingkungan Pemkab Banyuwangi, kecamatan, desa, hingga TNI/Polri,” ungkapnya.
Kesiapsiagaan juga dilakukan melalui pengembangan Desa Tangguh Bencana (Destana). Saat ini, Banyuwangi telah memiliki 43 desa dan kelurahan tangguh bencana.
BWI Banyuwangi Didorong Kembangkan Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Selain itu, BPBD menyiagakan berbagai perlengkapan dan peralatan penanggulangan bencana agar dapat segera dikerahkan ketika terjadi kondisi darurat.
“Kami juga menyiagakan berbagai perlengkapan dan peralatan penanggulangan bencana. Sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penanganan darurat, tim bisa segera bergerak ke lokasi,” sambungnya.
Diguyur Hujan, Konser Penutup HS Hey Slank Tour di Banyuwangi Diserbu 40 Ribu Slankers
Dari sisi mitigasi, Pemkab Banyuwangi juga melakukan normalisasi sungai di sejumlah wilayah. Salah satunya di Sungai Gonggo, Kecamatan Pesanggaran, yang sebelumnya kerap meluap dan menyebabkan banjir di kawasan sekitarnya.
Partana mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan berintensitas tinggi. Warga juga diminta segera melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan kepada aparat setempat atau BPBD.