9 Investor Filipina Jajaki Kerja Sama Kopi Specialty Banyuwangi
BanyuwangiNet.com – Potensi kopi specialty Banyuwangi mulai menarik perhatian pasar internasional. Sebanyak sembilan investor atau calon pembeli (buyer) dari Filipina berkunjung ke Banyuwangi untuk menjajaki peluang kerja sama perdagangan kopi berkualitas tinggi dari daerah tersebut.
Kunjungan ini difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila bersama pengurus pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Selain mengenal karakter dan kualitas kopi Banyuwangi, para investor juga bertemu langsung dengan produsen serta mengunjungi perkebunan kopi.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kopi lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha kopi.
“Ketertarikan buyer dari Filipina ini menjadi peluang bagi kopi Banyuwangi untuk masuk pasar internasional. Kami ingin potensi yang dimiliki petani dan pelaku usaha lokal bisa bertemu dengan pasar yang tepat, sehingga terbuka kerja sama yang berkelanjutan,” jelasnya, Minggu (1/11/2026).
Menurut Ipuk, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan komoditas unggulan agar tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga memiliki daya saing dalam kualitas, pengolahan, dan pemasaran.
“Kami berharap pertemuan ini bisa berlanjut menjadi kerja sama bisnis yang memberikan manfaat bagi petani dan pelaku usaha kopi di Banyuwangi,” katanya.
Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Manila, Lindi Mahesi, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari program promosi kopi specialty Indonesia di Filipina. Pada 2026, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang untuk pertama kalinya masuk dalam agenda kunjungan tersebut.
“Kami mendengar Banyuwangi memiliki kopi specialty berkualitas yang bisa dipromosikan. Karena itu, kami membawa buyer dari Filipina agar bisa bertemu langsung dengan produsen kopi di sini,” jelasnya.
Selama berada di Banyuwangi, rombongan mengikuti sejumlah kegiatan untuk mengenal potensi kopi lokal. Agenda tersebut meliputi business matching, pengujian cita rasa kopi (coffee testing), dan coffee cupping bersama produsen lokal di Omah Kopi Kalipuro. Mereka juga mengunjungi perkebunan kopi di kawasan PTPN.
“Jadi, kami mendorong agar kopi Banyuwangi memiliki peluang menembus pasar internasional,” katanya.
Lindi menjelaskan, Filipina memiliki tingkat konsumsi kopi yang tinggi, sementara produksi dalam negerinya belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas perdagangan kopi ke negara tersebut.
“Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Filipina,” ujarnya.
Ketertarikan terhadap kopi Banyuwangi juga disampaikan Joefel Reggie Egalin Bautista dari UCC Ueshima Coffee Company Inc., salah satu buyer yang mengikuti kunjungan tersebut.
Joefel mengatakan, meningkatnya permintaan kopi di Filipina mendorong perusahaannya untuk menjajaki sumber pasokan dari negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.
Tangkapan Ikan Sulit, Harga Ikan Asin di Muncar Banyuwangi Naik
Dalam memilih kopi, pihaknya tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan biji kopi, tetapi juga kualitas, karakter rasa, asal-usul, dan proses produksinya. Ia mengaku telah mencicipi kopi Banyuwangi selama rangkaian kunjungan.
“Kopi Banyuwangi ini memiliki tingkat keasaman yang sangat segar, sangat halus, dan mudah dinikmati. Saya bisa katakan kopi ini diproduksi atau ditangani dengan baik serta diproses dengan baik,” ungkapnya.
Kolaborasi dengan HS, Slank Akhiri Konser 10 Kota di Banyuwangi: Dorong Ekonomi Kreatif
Menurut Joefel, pengelolaan perkebunan dan penanganan hasil panen turut menentukan kualitas kopi yang dihasilkan. Karena itu, ia ingin mengeksplorasi lebih jauh potensi kopi Banyuwangi.
“Kami sudah tidak sabar untuk mengeksplorasi lebih banyak potensi kopi di Banyuwangi,” ujarnya.