BPBD Banyuwangi Suplai Air Bersih ke 11 Desa Dilanda Kekeringan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 25 Agustus 2026, 16:31 WIB
ChatGPT Image 25 Agu 2026, 15.37.15
Ilustrasi AI pendistribusian air bersih.

BanyuwangiNet.com – Sebanyak 11 desa di empat kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026. Kondisi tersebut membuat warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi bersama sejumlah instansi terkait rutin menyalurkan air bersih ke wilayah yang terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana mengatakan, 11 desa tersebut tersebar di Kecamatan Tegaldlimo, Cluring, Pesanggaran, dan Bangorejo.

Kecamatan Tegaldlimo menjadi wilayah dengan desa terdampak kekeringan paling banyak. Terdapat tujuh desa yang mulai mengalami krisis air, yakni Kendalrejo, Kedungwungu, Kaliwungu, Purwoagung, Kedungasri, Wringinpitu, Tegaldlimo, dan Kalipait.

Sementara di Kecamatan Cluring, kekeringan terjadi di Desa Tamanagung dan Sarimulyo. Dua desa lainnya masing-masing berada di Kecamatan Pesanggaran, yakni Desa Sumberagung, serta Desa Kebondalem di Kecamatan Bangorejo.

Partana menjelaskan, distribusi air bersih dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.

Hingga Senin (24/8/2026), BPBD Banyuwangi telah menyalurkan sekitar 343 ribu liter air bersih, atau setara dengan 69 tangki.

“Pengiriman air bersih dilakukan secara kolaborasi antar OPD (organisasi perangkat daerah) dan jajaran lain. Antara lain oleh BPBD, PUDAM, Damkarmat, PMI, Kodim, dan Bank Jatim,” kata Partana, Selasa (25/8/2026).

Penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih. BPBD Banyuwangi juga membantu masyarakat menyiapkan fasilitas pendukung agar sumber air yang masih tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

Salah satunya dilakukan dengan membantu warga membuat prasarana untuk mengalirkan air dari sumur yang masih berfungsi.

“Air dari sumur tersebut kemudian disalurkan ke tandon-tandon yang ada sehingga bisa dimanfaatkan oleh lebih dari 40 kepala keluarga di sana,” imbuhnya.

Langkah tersebut menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap pasokan air tangki, terutama apabila kekeringan berlangsung dalam waktu lama.

Antisipasi Dampak El Nino, Banyuwangi Siapkan Satgas Kemarau dan Pemetaan Rawan Kekeringan

BPBD Banyuwangi masih mewaspadai kemungkinan bertambahnya wilayah terdampak. Berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat 17 kecamatan yang memiliki risiko mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026.

“Peta BPBD memang di musim kemarau 2026 ini terpetakan berisiko ada 17 wilayah kecamatan. Dari 17 kecamatan, ini sudah mulai 4 kecamatan ini,” ujar Partana.

Masuk Musim Kemarau, 11 Mata Air di Banyuwangi Alami Penurunan Debit

Menurutnya, kondisi kemarau tahun ini perlu diantisipasi karena berpotensi berlangsung lebih panjang. Meski demikian, Partana memastikan BPBD bersama instansi terkait masih memiliki kemampuan untuk melakukan distribusi air bersih apabila kekeringan meluas ke wilayah lainnya. Penyaluran air akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di desa-desa terdampak.

Artikel Terkait