Hutan Gunung Raung Banyuwangi Sempat Terbakar, Jalur Pendakian Ditutup

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 9 September 2026, 18:17 WIB
ChatGPT Image 9 Sep 2026, 18.11.29
ilustrasi pemadaman kebakaran hutan.

BanyuwangiNet.com – Kebakaran kembali terjadi di kawasan hutan Gunung Raung, Banyuwangi. Titik api terpantau di sekitar kawasan puncak gunung setinggi 3.344 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut pada Selasa (8/9/2026) pagi.

Kebakaran tidak meluas karena berhasil dipadamkan pada hari yang sama oleh petugas dan relawan. Area hutan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar setengah hektare.

Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Enny Handhayany, mengatakan, sekitar 50 petugas Perhutani bersama relawan langsung melakukan pemadaman setelah mengetahui adanya titik api.

“Di puncak Raung itu ada kebakaran, tapi tidak besar. Tadi pagi sudah dipadamkan oleh kurang lebih 50 orang dari pengelola,” jelas Enny, Rabu (9/9/2026).

Meski api telah berhasil dipadamkan, jalur pendakian Gunung Raung tetap ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan tersebut telah disosialisasikan melalui surat resmi kepada pihak terkait. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi dan mitigasi karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari jalur pendakian yang dikelola melalui kerja sama masyarakat dengan Perhutani.

Enny menjelaskan, penutupan jalur pendakian juga sesuai dengan perjanjian kerja sama yang memberikan kewenangan kepada pengelola untuk menghentikan aktivitas pendakian apabila terjadi kondisi force majeure.

“Jadi untuk antisipasi, maka pengelola menutup, mengeluarkan surat edaran itu,” ujarnya.

Dengan penutupan tersebut, pengelola dapat mengurangi risiko keselamatan pendaki sekaligus memberikan ruang bagi petugas untuk memantau kondisi kawasan setelah terjadi kebakaran.

Perhutani memastikan pemantauan terhadap kawasan puncak Gunung Raung tetap dilakukan meskipun api telah padam. Langkah ini untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di sekitar lokasi kebakaran.

Karhutla Kawah Ijen Mereda, Water Bombing dan Mopping Up Masih Dilakukan

Petugas tetap bersiaga dan memantau kondisi kawasan secara berkala. Terlebih, kondisi musim kemarau membuat vegetasi dan daun-daun kering di kawasan hutan lebih mudah terbakar.

Upaya pencegahan juga dilakukan bersama pengelola pendakian, kepolisian, TNI, serta masyarakat sekitar kawasan hutan.

Kebakaran Gunung Raung di Banyuwangi Dinyatakan Padam

Perhutani mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika berada di kawasan hutan atau alam terbuka.

“Kami mengimbau kepada masyarakat saat musim kemarau seperti ini jangan bermain api sekecil apa pun. Merokok juga saat di alam, jangan sampai tidak dimatikan secara sempurna,” imbaunya.

Artikel Terkait