Bersaing dengan 270 Desa dari 65 Negara, Kemiren Banyuwangi Masuk Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia PBB

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 19 Oktober 2025, 11:38 WIB
DESA WISATA DUNIA:  Tradisi Ngopi Sepuluh Ewu, di Desa Adat Kemiren Banyuwangi. Kemiren masuk jaringan desa wisata terbaik dunia PBB.
DESA WISATA DUNIA: Tradisi Ngopi Sepuluh Ewu, di Desa Adat Kemiren Banyuwangi. Kemiren masuk jaringan desa wisata terbaik dunia PBB.

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan prestasi internasional. Desa Wisata Adat Osing Kemiren resmi menjadi bagian dari The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025, yang digelar oleh United Nations Tourism (UN Tourism), lembaga pariwisata di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Penetapan tersebut diumumkan dalam ajang Best Tourism Villages by UN Tourism 2025 Ceremony & Third Annual Network Meeting yang berlangsung di Huzhou, China, pada Jumat (17/10/2025).

Tahun ini, lebih dari 270 desa wisata dari 65 negara anggota UN Tourism bersaing untuk meraih predikat desa wisata terbaik dunia. Semua kandidat melalui proses penilaian ketat oleh dewan ahli independen yang menilai berdasarkan sejumlah kriteria utama.

Lampaui Grameen Bank dan BRAC, PNM Raih Global Microfinance & Female Empowerment Award

Penilaian mencakup pelestarian sumber daya alam dan budaya, keberlanjutan ekonomi, sosial, serta lingkungan, hingga pengelolaan pariwisata dan integrasi rantai nilai lokal. Selain itu, aspek tata kelola, infrastruktur, keamanan, dan keselamatan wisatawan juga menjadi perhatian utama.

Dari hasil seleksi, 72 desa wisata dari lima benua berhasil lolos sebagai bagian dari jaringan desa wisata terbaik dunia. Rinciannya, 52 desa masuk kategori Best Tourism Village dan 20 desa termasuk dalam Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 — salah satunya adalah Desa Kemiren, Banyuwangi.

Bupati Ipuk Ajak BPD Banyuwangi Selaraskan Kebijakan Desa dengan Pemerintah Daerah

Desa Kemiren Jadi Bagian dari Jaringan Global UN Tourism

Dengan prestasi ini, Desa Kemiren desa yang mayoritas dihuni oleh Suku Osing, suku asli Banyuwangi itu kini resmi bergabung dalam jaringan destinasi pedesaan global UN Tourism.

Sekretaris Jenderal UN Tourism, Zurab Pololikashvili, menyebut bahwa pariwisata telah terbukti menjadi katalis bagi pembangunan inklusif di kawasan pedesaan.

“Pariwisata mampu menjadi alat yang kuat untuk mendorong kemakmuran bersama, pertumbuhan inklusif, dan kesetaraan wilayah. Desa Wisata Terbaik 2025 menunjukkan bagaimana komunitas lokal melestarikan warisan budaya dan alam mereka, sambil menciptakan peluang ekonomi baru,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Kesaksian ABK Selamat Kapal Ikan Terbakar di Samudera Hindia: Ledakan dari Mesin

Zurab menambahkan bahwa desa wisata seperti Kemiren telah berhasil memanfaatkan potensi pariwisata untuk menciptakan masa depan berkelanjutan tanpa meninggalkan siapa pun.

Desa Kemiren, yang terletak di Kecamatan Glagah, Banyuwangi, dikenal sebagai desa wisata budaya dengan kekayaan tradisi dan kearifan lokal yang masih terjaga kuat. Masyarakatnya merupakan Suku Osing, yang hingga kini tetap mempertahankan bahasa, arsitektur rumah tradisional, serta berbagai ritual adat.

Wisatawan yang berkunjung dapat menyaksikan langsung beragam tradisi khas, seperti Tumpeng Sewu, Barong Ider Bumi, hingga mocoan Lontar Yusuf. Di desa ini juga terdapat sanggar tari Gandrung, ikon budaya Banyuwangi yang telah mendunia.

Kapal Ikan KM Anugerah Indah 18 Terbakar di Samudera Hindia, 1 ABK Tewas dan 7 Luka Bakar

Desa Kemiren bukan hanya menjadi destinasi wisata budaya, tetapi juga pusat pelestarian identitas Osing di tengah gempuran modernisasi.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan rasa bangganya atas pengakuan dunia terhadap Desa Kemiren.

“Prestasi ini adalah buah dari semangat gotong royong dan komitmen kuat masyarakat Banyuwangi, khususnya warga Kemiren, dalam melestarikan budaya serta mengembangkan pariwisata berkelanjutan,” ujar Ipuk.

Menurutnya, penghargaan ini membuktikan bahwa desa dengan akar budaya kuat dapat berkembang tanpa kehilangan jati diri.

Menko Pangan RI Panen Brokoli dan Tinjau Program Ketahanan Pangan PNM di Kopeng

“Kemiren telah menunjukkan bahwa budaya lokal bisa menjadi kekuatan global. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat ekosistem pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis budaya,” tambahnya.

Dalam ajang tersebut, Banyuwangi diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, bersama perwakilan Desa Kemiren, Muhamad Nanda Al Hakim Akbar.

Capaian ini memperpanjang daftar prestasi internasional Banyuwangi di bidang pariwisata. Sebelumnya, pada 2016, Banyuwangi meraih UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism (kini UN Tourism) untuk kategori Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola, mengungguli nominator dari Kolombia, Kenya, dan Puerto Rico.

Artikel Terkait