Menko Pangan RI Panen Brokoli dan Tinjau Program Ketahanan Pangan PNM di Kopeng

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 10 Oktober 2025, 21:07 WIB
IMG_20251010_210602

BanyuwangiNet.com, Kopeng – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, mengunjungi Rumah Pangan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Kopeng, Jawa Tengah. Kunjungan ini untuk melihat langsung berbagai program pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan yang dijalankan PNM bagi nasabah UlaMM dan Mekaar.

Dalam kegiatan tersebut, Menko Pangan RI bersama jajaran direksi PNM melakukan serangkaian aktivitas, mulai dari meninjau usaha nasabah, menyaksikan proses pembibitan sayuran, hingga panen brokoli. Selain itu, Zulkifli Hasan juga menghadiri Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) dan melihat langsung program ketahanan pangan ayam petelur yang dikelola oleh Rumah Pangan PNM.

Menko Zulhas disambut oleh Direktur Utama PNM Arief Mulyadi dan Komisaris Utama PNM Dradjad Hari Wibowo. Menurut Arief, kegiatan ini komitmen PNM memperkuat akses permodalan, pendampingan usaha, serta pengembangan program ketahanan pangan yang sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional.

Gandrung Sewu Banyuwangi 2025 Siap Digelar 25 Oktober, Hadirkan Ribuan Penari di Pantai Marina Boom

Kunjungan dimulai dari usaha grosir dan ritel milik nasabah binaan PNM yang juga menjual telur hasil produksi Rumah Pangan PNM. Selanjutnya, rombongan beralih ke rumah pembibitan sayur yang dikelola nasabah UlaMM, tempat Menko Pangan turut melakukan panen brokoli.

Rangkaian kegiatan berlanjut ke PKM di rumah salah satu ketua kelompok Mekaar, di mana Menteri dapat menyaksikan praktik pendampingan dan pengembangan kapasitas usaha yang dilakukan PNM setiap pekan. Program Mekaar sendiri saat ini telah menjangkau lebih dari 22,5 juta perempuan prasejahtera di seluruh Indonesia.

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan program ayam petelur di Rumah Pangan PNM, yang menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat lokal.

Banyuwangi Kolaborasi dengan Kejati Jatim Perkuat Program Restorative Justice

Berdasarkan survei internal PNM pada September lalu, sebagian besar keluarga nasabah mengaku pola makan mereka menjadi lebih bergizi sejak mengikuti program ini. Selain itu, program ayam petelur juga menambah penghasilan keluarga sebesar R p50.000 hingga Rp 150.000 per bulan, sekaligus meningkatkan konsumsi telur secara rutin di rumah tangga nasabah.

“Saya terima kasih ke PNM karena sudah membantu ketahanan pangan di daerah-daerah, terutama di desa. Saya yakin masa depan ibu-ibu akan cerah apalagi dengan program ayam petelur ini. Apalagi Presiden punya program MBG, jadi Insya Allah usaha ayam petelur akan laku keras,” ujar Menko yang akrab disapa Zulhas itu.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, mengatakan bahwa pihaknya akan terus memperluas dampak program.

“Mungkin ini kontribusi kecil yang bisa kami lakukan, diawali dari memenuhi kebutuhan sendiri, lalu lingkungan, dan ke depan bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Apalagi tadi Pak Menko menyampaikan ada 82,9 juta penerima MBG yang perlu disuplai,” jelas Arief.

Mendagri Dukung Bupati Banyuwangi Bentuk Dana Abadi Daerah

Melalui semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM berkomitmen pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pemberian modal usaha semata. Lebih dari itu, PNM berfokus pada penguatan ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan keluarga prasejahtera.

Kehadiran Menko Pangan RI di Rumah Pangan PNM menunjukkan sinergi kuat program PNM dan agenda pembangunan nasional. PNM berkomitmen untuk terus mendukung Asta Cita Pemerintah poin ke-3, yaitu memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga dan usaha ultra mikro di seluruh Indonesia.

Artikel Terkait