Panen Raya Jagung di Banyuwangi, Produksi 2025 Capai 250.596 Ton
BanyuwangiNet.com – Upaya memperkuat ketahanan dan ketersediaan pangan terus dilakukan di Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya melalui penguatan produksi jagung yang selama ini menjadi salah satu komoditas pangan unggulan daerah.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur Arum Sabil melakukan panen raya jagung kuartal III, Jumat (11/9/2026).
Panen berlangsung di lahan seluas 20 hektare di kawasan Green Farm, Pusat Pelatihan Pertanian Terpadu, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.
Nanang mengapresiasi konsistensi Banyuwangi dalam menjaga surplus pangan sekaligus dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian.
“Ini kali kedua saya panen jagung di Banyuwangi. Alhamdulillah Bupati Banyuwangi sangat support sekali,” ujar Nanang.
Menurut Nanang, Green Farm memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar lahan produksi pertanian. Kawasan tersebut juga dapat menjadi ruang riset dan pengembangan berbagai varietas tanaman unggulan.
Kondisi geografis Banyuwangi yang memiliki kawasan pesisir, lembah, hingga pegunungan dinilai memberikan peluang untuk mengembangkan beragam komoditas sesuai karakteristik wilayah.
“Dimulai dari sini, kita bisa tahu Banyuwangi ini punya tempat yang spesifik. Punya pesisir, punya lembah, punya gunung untuk jenis-jenis tanaman unggulan,” tuturnya.
Nanang berharap hasil riset dan pengelolaan pertanian berbasis presisi yang dikembangkan di Green Farm dapat diterapkan secara lebih luas di daerah lain.
“Tinggal kita bagaimana menunjukkan keunggulan-keunggulan yang lebih baik. Karena dari yang baik ini pasti ada yang lebih baik, akhirnya muncul yang terbaik. Nah, di sinilah harus kita wujudkan,” tegasnya.
Ia menilai penguatan produksi pertanian menjadi bagian penting dalam menghadapi kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat. Upaya tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan ketahanan pangan nasional.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Banyuwangi selama ini mencatatkan produksi jagung yang lebih besar dibandingkan kebutuhan daerah. Pada 2025, produksi jagung mencapai 250.596 ton, atau meningkat sekitar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara kebutuhan jagung di Banyuwangi berada di kisaran 69.842 ton. Dengan demikian, daerah ini memiliki surplus produksi yang cukup besar. Pada 2024, surplus produksi jagung Banyuwangi tercatat mencapai 180.754 ton.
3.920 Putra-putri Banyuwangi Terima Beasiswa Pendidikan Tinggi Pemkab
Tren produksi tersebut masih berlanjut pada 2026. Sepanjang Januari hingga September 2026, produksi jagung Banyuwangi telah mencapai 99.140 ton dari luas panen 14.742 hektare.
“Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus. Terima kasih Bapak Kapolda, kepolisian, petani, dan seluruh pemangku kepentingan. Semoga ikhtiar bersama ini membawa berkah untuk kita semua,” kata Ipuk.
Ketua DPD HKTI Jawa Timur Arum Sabil menjelaskan, jagung yang dipanen dalam kegiatan tersebut merupakan varietas hibrida yang ditanam sejak Mei 2026.
Pawai Endhog-Endhogan Banyuwangi Meriah, Jaga Tradisi Peringati Maulid Nabi
Green Farm tidak hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas pertanian. Kawasan tersebut juga menjadi tempat pengembangan inovasi benih jagung baru yang diberi nama Kolaborasi Inovasi Polri (KIP). Menurut Arum, pengembangan benih tersebut merupakan hasil sinergi sejumlah pihak.
“Ini berkat sinergi Polda Jatim, Pemprov Jatim, Kwarda Pramuka Jatim, HKTI Jatim, dan Pemkab Banyuwangi,” tutur Arum Sabil yang juga Ketua Kwarda Pramuka Jatim.