Zulhas Serap Aspirasi Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi ke Pemerintah Pusat

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 20 Agustus 2026, 19:50 WIB
1001018688
Menko Pangan Zulkifli Hasan bertemu dengan petani Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyerap langsung aspirasi petani Banyuwangi dalam kegiatan Jagongan Bareng Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan petani se-Banyuwangi di Dam Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kamis (20/8/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri ratusan petani. Sejumlah persoalan disampaikan kepada Zulhas, terutama terkait infrastruktur irigasi yang menjadi penopang produksi pertanian.

Dalam dialog itu, petani meminta pemerintah mempercepat perbaikan jaringan pengairan untuk menghadapi persoalan pasokan air, terutama saat musim kemarau panjang.

Salah satunya disampaikan Dianto, petani asal Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Ia meminta pemerintah memperhatikan kondisi saluran irigasi yang dibutuhkan petani untuk menjaga ketersediaan air.

“Kami mohon kepada pak Menteri masalah ini bisa diselesaikan secepatnya,” ujar Dianto.

Aspirasi serupa disampaikan Ketua Gabungan HIPPA Pesanggaran, Murtadho. Ia mengusulkan normalisasi saluran irigasi tingkat sekunder karena tingginya sedimentasi lumpur telah menghambat distribusi air ke lahan pertanian.

Petani juga berharap pembangunan maupun perbaikan saluran irigasi dapat melibatkan masyarakat melalui sistem swakelola atau padat karya.

“Permintaan semua HIPPA itu kalau misalnya ada bangunan irigasi dari pemerintah harus diswakelolakan pak,” ucap Tain, perwakilan HIPPA asal Tegalsari.

Sementara itu, Hariyadi, petani asal Muncar, berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan Jaringan Irigasi Tersier Dam Mendung.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Zulhas meminta Pemkab Banyuwangi segera membuat surat resmi yang memuat usulan petani untuk disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Surat tersebut juga diminta ditembuskan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan agar persoalan infrastruktur pengairan dapat segera ditindaklanjuti.

“Saya yang mengawal langsung, Pak Wabup dan Ibu Bupati tinggal bikin surat, tembuskan ke saya,” tegas Zulhas.

Dalam kegiatan tersebut, Zulhas turut didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan Tenaga Ahli Menko Bidang Pangan Guntur Priambodo.

Zulhas mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar petani tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan usaha pertanian. Karena itu, kerusakan infrastruktur irigasi harus segera ditangani agar tidak mengganggu produktivitas pertanian.

Menurutnya, penguatan sektor pertanian juga menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional.

Ia menegaskan pemerintah pusat berkomitmen menjaga kesejahteraan petani, termasuk melalui kebijakan pangan dan penguatan infrastruktur pertanian.

ASN Banyuwangi Berbagi Daftarkan 1.144 Pekerja Informal ke BPJS Ketenagakerjaan

Selain persoalan irigasi, Zulhas menyampaikan bahwa penguatan ketahanan pangan nasional ke depan juga akan didukung melalui optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih.

Koperasi tersebut, kata dia, akan memiliki sejumlah fungsi yang berkaitan dengan kepentingan petani. Di antaranya membantu mengamankan harga gabah minimal Rp6.500 per kilogram, menyalurkan pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan), serta menyediakan fasilitas cold storage.

Gintangan Bamboo Attraction Banyuwangi, Kreativitas Warga Sulap Kerajinan Bambu Jadi Karnaval

Zulhas berharap berbagai kebijakan tersebut dapat memperkuat posisi petani sekaligus memastikan hasil produksi pertanian memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Kita bisa makan kalau ada petaninya sehat, petaninya makmur. Yang maju dan dapat nikmat harus petani Indonesia,” kata Zulhas.

Artikel Terkait