Kolaborasi BIK dan Banyuwangi Batik Festival Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp2,5 Miliar

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 8 November 2026, 15:34 WIB
1001173133
Pelaku usaha batik bisa memperluas pasar melalui Banyuwangi Batik Festival.
BanyuwangiNet.com – Puncak acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang berkolaborasi dengan Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2026 berlangsung meriah di Gesibu Blambangan. Rangkaian kegiatan yang digelar pada 6–8 November 2026 tersebut diperkirakan mampu menghasilkan perputaran ekonomi mencapai Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar.

Kolaborasi yang memasuki tahun kedua ini menjadi salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kreatif batik Banyuwangi.

Beragam kegiatan digelar untuk menarik partisipasi masyarakat sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM. Mulai dari peragaan busana batik, Financial Expo, bazar UMKM, pemilihan Duta Lembaga Jasa Keuangan (LJK), hingga talk show literasi keuangan.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan kompetisi kreasi budaya dan desain batik, kompetisi tandan pisang Cavendish berkualitas, serta ditutup dengan BIK Run pada Minggu pagi.

Kepala OJK Jember, Aris Budiman, mengatakan kolaborasi BIK dengan BBF yang telah memasuki tahun kedua diharapkan memberikan dampak ekonomi yang semakin besar bagi Banyuwangi. Terutama bagi pelaku UMKM dan industri kreatif batik.

“Saya yakin kegiatan ini akan memberikan dampak perputaran ekonomi di Banyuwangi, target kita Rp2 miliar hingga mencapai Rp2,5 miliar. Karena ini sudah tahun kedua kegiatan Bulan Inklusi Keuangan kita kolaborasikan dengan Banyuwangi Batik Festival,” jelasnya, Sabtu, (7/11/2026) malam.

Menurut Aris, kegiatan tersebut tidak hanya mendorong transaksi selama festival berlangsung, tetapi juga berpotensi meningkatkan aktivitas transaksi di lembaga jasa keuangan. Hal ini karena berbagai sektor UMKM, terutama sektor ekonomi kreatif, turut dilibatkan dalam rangkaian kegiatan.

OJK berharap momentum tersebut dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan omzet sekaligus memperluas jangkauan pasar. Dengan begitu, produk-produk lokal Banyuwangi semakin dikenal masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.

“Jadi kami berharap dengan adanya kegiatan Bulan Inklusi Keuangan ini, UMKM di berbagai macam sektor termasuk UMKM di sektor kreatif itu bisa terus meningkat omzetnya, semakin banyak dikenal oleh masyarakat, tamu-tamu yang ada di sini,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyebut kolaborasi BIK dan BBF memberikan kontribusi positif terhadap aktivitas ekonomi daerah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang terus menunjukkan perkembangan juga didukung oleh meningkatnya aktivitas UMKM dan sektor pariwisata.

Ia menyebut sejumlah indikator pembangunan daerah menunjukkan tren positif. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, peningkatan pendapatan per kapita, hingga bertambahnya kunjungan wisatawan ke Banyuwangi.

“Kami sangat berterima kasih kepada OJK dan lembaga jasa keuangan lainnya. Tentu ini akan menambah semangat Kabupaten Banyuwangi untuk meningkatkan kolaborasi, sinergi dengan jasa keuangan,” tegasnya.

Selain mendorong aktivitas ekonomi, BIK dan BBF juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi keuangan bagi masyarakat. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan jasa keuangan sekaligus mengantisipasi berbagai praktik keuangan ilegal.

Banyuwangi Terbaik dalam Tata Kelola Transformasi Digital, Raih GM-DTGI 2026

Masyarakat diingatkan agar lebih waspada terhadap tawaran investasi bodong, judi online, hingga penipuan digital atau scamming yang dapat merugikan secara finansial.

“Harapan kami dampak kegiatan Bulan Inklusi Keuangan yang berkolaborasi dengan BBF akan berdampak kepada penyelenggaraan semakin baik, masyarakatnya semakin sejahtera,” tegas Mujiono.

Mujiono juga memberikan perhatian khusus kepada para perajin batik Banyuwangi. Menurutnya, dukungan dan fasilitasi yang diberikan pemerintah daerah bersama OJK Jember perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas dan daya saing produk.

Kolaborasi OJK dan Pemkab, BBF 2026 Perkuat Industri Batik Banyuwangi

Para perajin diharapkan terus mengembangkan inovasi dan kreativitas dengan tetap mengangkat kearifan lokal Banyuwangi. Selain kualitas produk, penguatan strategi pemasaran juga menjadi hal penting agar batik Banyuwangi semakin mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Harapan kami, para pembatik ini harus bisa lebih mandiri lagi, lebih menggeliatkan inovasinya, kreativitasnya yang berdasarkan kearifan lokal, meningkatkan produk kemudian di pemasarannya,” ujarnya.

Artikel Terkait