Gandrung Sewu 2026 Hadir dengan Konsep Glow in the Dark Siap Pukau Penonton

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 16 Oktober 2026, 22:31 WIB
1001124097
Penampilan penari Gandrung yang mengusung konsep glow in the darkdi TMII.

BanyuwangiNet.com – Festival Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi menghadirkan konsep pertunjukan baru dengan mengusung tema glow in the dark. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya yang berlangsung pada siang hari, pertunjukan kolosal tari Gandrung tahun ini akan digelar pada malam hari dengan melibatkan 1.300 penari di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (24/10/2026).

Konsep baru tersebut diperkenalkan melalui pertunjukan mini Gandrung Sewu yang melibatkan 40 penari di amfiteater panggung budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Pertunjukan itu menampilkan perpaduan tari tradisional dengan permainan cahaya berwarna-warni yang menghiasi omprok, busana, dan motif batik para penari.

Kilauan cahaya kuning, hijau, dan merah yang mengikuti gerakan penari menjadi daya tarik pertunjukan. Penampilan tersebut sekaligus menjadi bagian dari promosi Gandrung Sewu 2026 kepada masyarakat di luar Banyuwangi.

Salah satu penonton, Rana, mengaku terkesan dengan penampilan Gandrung Sewu yang memadukan kekayaan budaya daerah dengan kreativitas modern.

“Saya tidak menyangka penampilan Gandrung Sewu memang akan sekeren ini. Penasaran datang ke sini karena kan memang video Gandrung Sewu selama ini selalu viral. Keindahan budaya berpadu dengan kreativitas masa kini. Sebuah pertunjukan yang layak dibanggakan,” ujar Rana.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, konsep glow in the dark menjadi pembaruan dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu tahun ini. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkolaborasi dengan InJourney untuk menghadirkan pengalaman pertunjukan yang berbeda bagi penonton.

“Konsepnya glow in the dark. Kita kolaborasi dengan InJourney untuk menghadirkan konsep pertunjukan yang baru,” ujar Ipuk, Jumat (16/10/2026).

Dalam konsep tersebut, para penari akan menggunakan instrumen khusus yang menghasilkan efek cahaya ketika pertunjukan berlangsung. Efek visual ini dirancang untuk berpadu dengan gerakan tari sehingga menghadirkan pertunjukan kolosal yang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya.

Ipuk berharap inovasi tersebut dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat promosi budaya dan pariwisata Banyuwangi.

“Pastikan kita menjadi saksi sejarah pertunjukan Gandrung Sewu dengan konsep baru ini,” ajak Ipuk.

Penerapan konsep glow in the dark juga menuntut penyesuaian dalam koreografi. Koordinator Pelatih Tari Gandrung Sewu, Suko Prayitno, mengatakan, sejumlah gerakan disesuaikan agar efek cahaya dapat terlihat optimal tanpa menghilangkan karakter dasar tari Gandrung.

Gandrung Sewu 2026 Diikuti 1.300 Penari, 200 Peserta Datang dari Luar Banyuwangi

“Kami menyesuaikan sejumlah koreografinya supaya efek kilauan cahaya dari penari Gandrungnya bisa sempurna mengikuti gerakannya,” ujar Suko.

Menurut Suko, pembaruan tersebut tidak akan mengubah pakem tari Gandrung yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Banyuwangi. Dengan mengusung tema “Kembang Darmo”, pertunjukan tetap menonjolkan nilai-nilai budaya Blambangan yang menjadi ruh festival tersebut.

“Justru akan melahirkan pengalaman yang berbeda,” tegasnya.

Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam Hari, Penari Tampil dengan Konsep Glow in the Dark

Penyelenggaraan Gandrung Sewu 2026 juga melibatkan InJourney, perusahaan yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata serta berada di bawah Danantara. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya pengembangan destinasi wisata daerah yang terhubung dengan jaringan penerbangan.

Melalui inovasi pertunjukan dan promosi lintas daerah, Gandrung Sewu diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga memperluas daya tarik Banyuwangi sebagai destinasi wisata.

Artikel Terkait