Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam Hari, Penari Tampil dengan Konsep Glow in the Dark

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 15 Oktober 2026, 16:30 WIB
1001124097
Penampilan penari Gandrung yang mengusung konsep glow in the darkdi TMII.

BanyuwangiNet.com – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 mengusung konsep baru. Pertunjukan kolosal yang masuk dalam kalender Kharisma Event Nusaantara (KEN) ini akan digelar pada malam hari dengan mengusung konsep glow in the dark. Ribuan penari akan tampil dengan pancaran warna-warni di tengah temaram Pantai Boom Marina, Banyuwangi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menargetkan inovasi tersebut dapat membawa Gandrung Sewu semakin dikenal di tingkat internasional. Untuk mewujudkan hal itu, Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan InJourney dalam pengembangan pertunjukan budaya yang menjadi salah satu ikon pariwisata daerah tersebut.

“Kami bekerja sama dengan InJourney untuk menyajikan Gandrung Sewu yang naik kelas. Kami menyajikannya dengan konsep baru agar bisa dikenal di panggung dunia,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam konferensi pers di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu, (14/10/2026).

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang berlangsung pada siang hari, Gandrung Sewu 2026 akan digelar pada malam hari. Para penari akan dilengkapi instrumen khusus yang membuat penampilan mereka memancarkan cahaya warna-warni.

Ipuk mengatakan, Gandrung Sewu bukan sekadar agenda pariwisata, melainkan juga sarana menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya Banyuwangi kepada generasi muda sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat dunia.

“Gandrung Sewu, bagi kami, tidak hanya sebatas wisata. Tapi, ini adalah keluhuran budaya kami. Kami wariskan nilai pada generasi muda, sekaligus mengenalkannya pada dunia,” ujar Ipuk.

Potensi alam dan budaya Banyuwangi menjadi salah satu alasan InJourney terlibat dalam pengembangan Gandrung Sewu. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pariwisata sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan, Banyuwangi memiliki modal kuat berupa kekayaan alam dan budaya yang dapat dikembangkan secara terpadu.

“Banyuwangi memiliki fondasi alam dan budaya yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghubungkan seluruh potensi tersebut agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah,” ujar Maya.

Sebagai perusahaan di bawah Danantara yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney berupaya mengembangkan ekosistem pariwisata yang terintegrasi, terutama di daerah yang terhubung dengan jaringan penerbangan, termasuk Banyuwangi.

Menurut Maya, keberhasilan pariwisata tidak cukup diukur dari jumlah kunjungan wisatawan. Lama tinggal wisatawan, aktivitas yang dilakukan selama berkunjung, serta manfaat ekonomi yang diterima masyarakat setempat juga menjadi indikator penting.

“InJourney melihat pariwisata sebagai sebuah ekosistem yang perlu dikembangkan secara terintegrasi. Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari berapa lama mereka tinggal, aktivitas yang mereka lakukan, dan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat setempat,” terangnya.

Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam Hari, 1.000 Penari Padukan Tari dan Tata Cahaya

Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan digelar pada Sabtu  (24/10/2026) malam, di Pantai Boom Marina, Banyuwangi. Pertunjukan kolosal ini akan melibatkan lebih dari seribu penari, baik dari Banyuwangi maupun sejumlah daerah lain.

Gandrung Sewu 2026 Diikuti 1.300 Penari, 200 Peserta Datang dari Luar Banyuwangi

Mengusung tema Kembang Dermo, pagelaran tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Banyuwangi melalui pertunjukan berskala besar dengan pendekatan visual yang berbeda.

Perpaduan tari tradisional, tata cahaya, dan konsep glow in the dark menjadi daya tarik utama Gandrung Sewu tahun ini. Melalui inovasi tersebut, Banyuwangi berharap pertunjukan budaya ini semakin menarik bagi wisatawan sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu agenda unggulan pariwisata Indonesia.

Artikel Terkait