Kemah Lintas Agama di Banyuwangi Libatkan 66 Peserta, Perkuat Toleransi dan Kerukunan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 17 Oktober 2026, 23:50 WIB
IMG_20261017_233551

BanyuwangiNet.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuwangi menggelar Kemah Lintas Agama untuk memperkuat toleransi, persaudaraan, dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat. Kegiatan yang diikuti 66 peserta dari berbagai latar belakang agama ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (16–17/10/2026) di kawasan Gerbang Raung, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Kemah Lintas Agama menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda, tokoh masyarakat, dan guru dari berbagai agama untuk membangun dialog serta mempererat hubungan antarumat beragama.

Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini juga menjadi sarana menanamkan nilai toleransi dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan di Banyuwangi.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengatakan, keberagaman merupakan kekuatan yang perlu dirawat bersama. Menurutnya, kehidupan masyarakat yang majemuk dapat berjalan harmonis melalui kebersamaan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Keberagaman bukan untuk dipertentangkan. Melainkan dianyam menjadi kekuatan bersama. Jangan jadikan perbedaan sebagai penghalang untuk saling bekerja sama,” kata Mujiono saat menghadiri kegiatan di kawasan camping ground Gerbang Raung, Jumat sore, (16/10/2026).

Ia berharap, interaksi dan kebersamaan selama kemah dapat memperluas pemahaman peserta mengenai pentingnya toleransi. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap, kebersamaan selama kemah ini dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menerapkan nilai-nilai kerukunan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Ketua FKUB Banyuwangi, Nur Chozin, menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan pemuda dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam sejumlah organisasi serta komunitas lintas agama.

Di antaranya Forum Pemuda Lintas Agama (Formula), Komunitas Guru Lintas Agama (KG Lima), Forum Istri Lintas Agama (Fila), serta Paguyuban Umat Lintas Agama (Pulma).

Selama dua hari, peserta mengikuti beragam agenda edukatif dan kegiatan kebersamaan. Rangkaian kegiatan meliputi sarasehan mengenai batasan toleransi antarumat beragama, api unggun, lintas alam, hingga pembekalan wawasan kebangsaan.

Melalui kegiatan tersebut, FKUB berharap peserta dapat menjadi pelopor perdamaian di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan aktif membangun dialog, memperluas kerja sama sosial, serta menyebarkan semangat toleransi di tengah masyarakat.

RSUD Blambangan Banyuwangi Raih Tiga Penghargaan National Hospital Ranking dari PERSI

“Setelah kegiatan ini diharapkan mereka bisa berperan aktif membangun dialog, mengembangkan kerja sama sosial, dan menyebarkan semangat toleransi di tengah masyarakat,” ujar Nur Chozin.

Nur Chozin menambahkan, upaya merawat kerukunan antarumat beragama di Banyuwangi dilakukan melalui kolaborasi Pemkab Banyuwangi, FKUB, dan berbagai elemen masyarakat.

Ratusan Warga Ikuti Operasi Katarak Gratis di Banyuwangi, Layanan Berlangsung 5 Hari

Menurutnya, Kemah Lintas Agama menjadi salah satu upaya untuk memperkuat hubungan yang telah terjalin sekaligus menanamkan nilai toleransi kepada generasi muda.

“Kemah Lintas Agama menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat hubungan yang telah terjalin sekaligus menanamkan nilai toleransi kepada generasi muda,” tutupnya.

Artikel Terkait