Pemkab Banyuwangi Buka Beasiswa B-Pro 2026, Biayai Kuliah hingga Pendidikan Dokter Spesialis

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 9 Juli 2026, 20:15 WIB
1000938898
Bupati Banyuwangi saat meninjau fasilitas kesehatan di RSUD Blambangan..

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi membuka pendaftaran Beasiswa Banyuwangi Progresif (B-Pro) untuk tahun akademik 2026/2027. Program ini memberikan kesempatan bagi putra-putri Banyuwangi untuk menempuh pendidikan tinggi di berbagai bidang prioritas, termasuk Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Tujuannya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga profesional di daerah.

Beasiswa B-Pro merupakan program pendidikan terbaru yang diinisiasi Pemkab Banyuwangi untuk mendukung akses pendidikan tinggi, khususnya pada bidang kesehatan dan sektor-sektor strategis lainnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pendaftaran dibuka mulai 6 hingga 18 Juli 2026. Masyarakat yang memenuhi persyaratan diimbau segera mendaftarkan diri agar tidak melewatkan kesempatan memperoleh pembiayaan pendidikan.

“Pendaftaran dibuka mulai 6-18 Juli mendatang. Keterangan detailnya bisa dilihat di akun media sosial Dinas Pendidikan atau langsung ke Kantor Dinas Pendidikan. Bagi yang memenuhi syarat, silakan segera mendaftar. Jangan sampai terlambat, manfaatkan program ini untuk mengakses pendidikan tinggi secara gratis,” kata Ipuk, Kamis (9/7/2026).

Beasiswa Banyuwangi Progresif diberikan kepada calon mahasiswa tahun akademik 2026/2027 maupun mahasiswa aktif minimal semester tiga. Program ini diprioritaskan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, serta penghafal Al-Qur’an.

Menurut Ipuk, program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penyediaan tenaga profesional sesuai kebutuhan Banyuwangi.

“Beasiswa B-Pro merupakan bagian dari upaya pemkab dalam memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas SDM, serta memenuhi kebutuhan tenaga profesional di daerah, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor,” ujarnya.

Pemkab Banyuwangi menetapkan sejumlah bidang studi prioritas yang dapat dibiayai melalui program B-Pro. Untuk sektor kesehatan, beasiswa mencakup program studi keperawatan, kebidanan, gizi, sanitasi, psikologi, farmasi, kedokteran umum, Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), hingga dokter gigi spesialis sesuai kebutuhan daerah.

Selain itu, beasiswa juga tersedia untuk bidang pendidikan, teknologi produksi tanaman pangan, teknik dan infrastruktur, ekonomi kreatif dan pariwisata, ilmu sosial, hukum, serta perikanan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Alfian, menjelaskan, pendaftaran dilakukan pada 6-18 Juli 2026 melalui QR Code yang tersedia pada flyer resmi Dinas Pendidikan maupun melalui tautan pendaftaran yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.

Selanjutnya, seleksi administrasi dan seleksi substansi akan berlangsung pada 20 Juli hingga 8 Agustus 2026. Penetapan penerima beasiswa dijadwalkan pada 14 Agustus, sedangkan hasil akhir seleksi diumumkan pada 18 Agustus 2026.

Bupati Ipuk Geber Beasiswa Banyuwangi Progresif, Prioritaskan Dokter Spesialis

Alfian menjelaskan, syarat utama pendaftar adalah berstatus sebagai warga Banyuwangi, bukan aparatur sipil negara (ASN), serta tidak sedang menerima beasiswa dari program lain.

“Syarat pendaftar harus warga Banyuwangi, bukan PNS maupun penerima beasiswa lain. Untuk kelengkapan dokumen, bisa dilihat pada link,” kata Alfian.

Penerima beasiswa akan memperoleh pembiayaan pendidikan hingga lulus, yakni maksimal semester 12 untuk program kedokteran dan semester 8 bagi program studi lainnya.

Perkins International Jadikan Banyuwangi Studi Kasus Pendidikan Inklusif untuk Anak Usia Dini

Selain mempertimbangkan persyaratan administrasi, Pemkab Banyuwangi juga memberikan prioritas kepada peserta yang bersedia kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan tenaga profesional.

“Misalnya, kami mengutamakan putra putri yang ada di wilayah Pesanggaran, Tegaldlimo, Wongsorejo agar setelah lulus mereka kembali mengabdi di wilayahnya sendiri, dekat domisilinya,” ujar Alfian.

Artikel Terkait