Thailand dan Indonesia Berbagi Gelar pada Hari Pertama Banyuwangi BMX Supercross 2026
BanyuwangiNet.com – Pembalap Thailand dan Indonesia sama-sama tampil dominan pada hari pertama Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang berlangsung di Sirkuit BMX Banyuwangi, Sabtu (27/6/2026). Thailand merebut gelar di nomor men elite, sedangkan Indonesia menjadi yang terbaik di women elite.
Rider Thailand Komet Sukprasert keluar sebagai juara kelas men elite setelah mencatat waktu 43 detik saat menaklukkan lintasan supercross sepanjang 465 meter. Sementara itu, pembalap Indonesia Amellya Nur Sifa berhasil menjadi yang tercepat di final women elite.
Pada partai final men elite, Komet tampil konsisten hingga finis di posisi pertama. Peraih medali emas SEA Games 2025 sekaligus juara ASEAN BMX Racing Cup 2026 tersebut mengungguli dua pembalap Indonesia, Muhammad Fattahillah yang finis kedua dan Firman Chandra Alim di posisi ketiga. Posisi empat dan lima ditempati pembalap Indonesia Yosi Saputro dan Rio Akbar.
Usai menerima trofi juara dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Komet mengaku senang dapat kembali berlaga di Banyuwangi setelah terakhir kali tampil sekitar tujuh tahun lalu.
“Saya sudah dua kali datang ke Banyuwangi. Terakhir sekitar tujuh tahun lalu. Sekarang lintasannya sudah menjadi supercross. Track-nya sangat panjang dan sangat bagus. Orang-orang di Banyuwangi juga sangat baik,” ujar Komet.
Menurutnya, persaingan di kelas elite berlangsung sengit karena sebagian besar peserta merupakan pembalap yang telah beberapa kali bertemu pada ajang internasional, termasuk SEA Games dan ASEAN BMX Racing Cup.
“Saya datang ke Banyuwangi tujuannya ingin menang. Semua orang datang ke sini untuk menang. Kami juga datang untuk mengejar poin UCI sebagai bagian dari persiapan menuju Olimpiade BMX berikutnya,” katanya.
Pembalap Indonesia Muhammad Fattahillah bersyukur mampu meningkatkan pencapaiannya dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya. Jika pada edisi sebelumnya finis di posisi keempat dan ketiga, kali ini ia berhasil naik ke podium kedua.
Fattahillah berharap Banyuwangi terus menjadi tuan rumah BMX Supercross karena memiliki satu-satunya lintasan supercross di Indonesia yang memenuhi standar internasional.
“Hanya di Banyuwangi satu-satunya track supercross di Indonesia. Track-nya bagus dan memiliki ciri khas sendiri yakni sangat panjang. Jadi butuh endurance yang ekstra, tenaga yang kuat, dan skill yang memadai,” ujarnya.
Pada nomor women elite, pembalap Tim Nasional Indonesia Amellya Nur Sifa berhasil menjadi juara setelah tampil tercepat pada babak final. Posisi runner-up ditempati pembalap Thailand Chutikan Kitwanitsathian.
Amellya mengatakan dirinya selalu mengikuti kejuaraan BMX di Banyuwangi karena menjadi bagian penting dalam evaluasi performanya menjelang kejuaraan dunia.
“Saya tidak pernah absen ikut kejuaraan BMX di Banyuwangi. Karena bagian dari evaluasi performa, sebelum tampil pada UCI BMX Racing World Championships di Brisbane, Australia mendatang,” katanya.
Banyuwangi BMX Supercross 2026 Resmi Digelar, ICF Sebut Sirkuit Muncar Terbaik di Asia
Sepanjang hari pertama perlombaan, persaingan berlangsung ketat. Sejumlah pembalap bahkan mengalami insiden terjatuh akibat tingginya tensi balapan di lintasan supercross Banyuwangi.
Sirkuit ini dikenal sebagai salah satu trek supercross terpanjang di dunia dengan panjang lintasan mencapai 465 meter, dilengkapi obstacle 4 height jump serta dua start gate setinggi 5 meter dan 8 meter. Karakter lintasan tersebut menuntut kombinasi kecepatan, daya tahan fisik, serta kemampuan teknik yang tinggi dari setiap pembalap.
ICF Usulkan Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Indonesia BMX Series Tingkat Asia
Hasil Banyuwangi BMX Supercross 2026 Hari Pertama
Men Elite
- Komet Sukprasert (Thailand)
- Muhammad Fattahillah (Indonesia)
- Firman Chandra Alim (Indonesia)
- Yosi Saputro (Indonesia)
- Rio Akbar (Indonesia)
Women Elite
- Amellya Nur Sifa (Indonesia)
- Chutikan Kitwanitsathian (Thailand)
Men Junior
- Muhammad Bagus Refansha (Indonesia)
- Muhammad Firmandhika Alhamzah (Indonesia)
- Muhammad Fernando Van Persie Augusta (Indonesia)