Rio Akbar Rebut Gelar Banyuwangi BMX Supercross 2026, Timnas Indonesia Sapu Bersih Elite

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 28 Juni 2026, 23:12 WIB
1000920630
Pembalap Indonesia Amellya Nur Sifa dua hari berturut-turut menjadi juara women elite. 2. Chutikan Kitwanitsathian

BanyuwangiNet.com – Tim Nasional Indonesia mendominasi kategori elite pada hari kedua Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang berlangsung di Sirkuit BMX Banyuwangi, Minggu (28/6/2026). Rio Akbar keluar sebagai juara nomor men elite, sementara Amellya Nur Sifa sukses mempertahankan gelarnya di kategori women elite.

Kemenangan Rio sekaligus membalas hasil kurang memuaskan pada hari pertama, Sabtu (27/6/2026), ketika ia hanya finis di posisi kelima. Pada final hari kedua, Rio tampil konsisten sejak start hingga finis dengan catatan waktu tercepat 43,110 detik, mengungguli juara Asia asal Thailand, Komet Sukprasert, yang membukukan waktu 43,304 detik.

Persaingan berlangsung ketat sejak awal balapan. Posisi tiga besar juga dikuasai pembalap Indonesia melalui Firman Chandra Alim di peringkat ketiga, disusul Yussi Wakhidur Rizal di posisi keempat.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih hasil terbaik. Persaingannya sangat ketat karena semua pembalap sangat cepat, terutama Komet yang merupakan juara Asia. Kunci kemenangan hari ini adalah menjaga ritme balapan sejak awal hingga finis,” kata Rio.

Rio menilai Sirkuit BMX Banyuwangi yang dikenal sebagai salah satu trek BMX terpanjang di dunia menghadirkan tantangan berbeda dibanding lintasan lain. Menurutnya, pembalap tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga strategi dalam mengatur stamina sepanjang balapan.

“Jadi, strateginya mengatur waktu istirahat setelah moto dan memaksimalkan recovery. Kami juga menjaga asupan karbohidrat agar tenaga tetap terjaga. Trek Banyuwangi sangat panjang dan menantang. Sedikit saja melakukan kesalahan bisa berakibat fatal karena di sini bukan hanya soal skill, tetapi juga bagaimana menyimpan tenaga sampai finis,” ujarnya.

Rio mengaku hampir selalu mengikuti Banyuwangi BMX Supercross. Ia menilai kualitas penyelenggaraan maupun kemampuan pembalap Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahun.

“Dari tahun ke tahun kualitas trek semakin baik dan kemampuan para pembalap Indonesia juga terus berkembang. Semoga adik-adik pembalap tetap semangat berlatih dan terus berproses menjadi lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, Komet Sukprasert mengakui gagal mempertahankan kemenangan yang diraihnya pada hari pertama. Pembalap yang juga berstatus juara SEA Games 2025 dan ASEAN BMX Racing Cup 2026 tersebut mengaku mengalami kelelahan menjelang babak final.

“Sedikit kecewa karena kemarin saya menang, tetapi hari ini merasa cukup lelah sebelum final. Meski begitu saya senang masih bisa naik podium. Trek Banyuwangi sangat bagus, panjang, dan menantang. Saya harus berlatih lebih keras lagi agar lebih kuat saat kembali berlomba di sini,” kata Komet.

Dominasi Indonesia berlanjut di nomor women elite. Amellya Nur Sifa kembali menjadi yang tercepat setelah mengalahkan pembalap Thailand, Chutikan Kitwanitsathian.

Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Amellya sebelum tampil pada UCI BMX Racing World Championships di Brisbane, Australia.

“Saya senang bisa meraih hasil terbaik di Banyuwangi. Trek ini mengajarkan saya untuk terus belajar mengatur tenaga karena lawan terberat sebenarnya adalah diri sendiri. Setelah ini saya fokus mempersiapkan diri menghadapi UCI BMX Racing World Championships di Brisbane,” ujar Amellya.

Banyuwangi BMX Supercross 2026 Resmi Digelar, ICF Sebut Sirkuit Muncar Terbaik di Asia

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang. Menurutnya, keberadaan sirkuit berstandar Olimpiade di Banyuwangi diharapkan tidak hanya mendukung pengembangan sport tourism, tetapi juga menjadi pusat pembinaan atlet BMX Indonesia.

“Kami ingin Banyuwangi BMX Supercross menjadi tempat lahirnya atlet-atlet berprestasi. Dengan hadirnya pembalap dari berbagai negara, atlet Indonesia mendapat pengalaman bertanding di level internasional tanpa harus ke luar negeri. Ini sekaligus memperkuat Banyuwangi sebagai destinasi sport tourism bertaraf dunia,” kata Ipuk.

Balapan hari terakhir berlangsung dalam tensi tinggi. Final nomor men elite sempat diwarnai insiden kecelakaan (crash) yang menyebabkan salah satu pembalap terjatuh. Meski demikian, perlombaan tetap berlangsung hingga garis finis.

Thailand dan Indonesia Berbagi Gelar pada Hari Pertama Banyuwangi BMX Supercross 2026

Hasil Banyuwangi BMX Supercross 2026

Men Elite

  1. Rio Akbar (Indonesia)
  2. Komet Sukprasert (Thailand)
  3. Firman Chandra Alim (Indonesia)
  4. Yussi Wakhidur Rizal (Indonesia)
  5. Muhammad Fattahillah (Indonesia)

Women Elite

  1. Amellya Nur Sifa (Indonesia)
  2. Chutikan Kitwanitsathian (Thailand)

Men Junior

  1. Muhammad Firmandhika Alhamzah (Indonesia)
  2. Muhammad Bagus Refansha (Indonesia)
  3. Fernando Van Persie Augusta (Indonesia)

Women Junior

  1. Balqis Humairah Aji Khairunnisa (Indonesia)
  2. Tara Alayna Weilin Bte Muhammad Khalid (Singapura)
  3. Karisya Milda (Indonesia)
Artikel Terkait