Nggravel Glenmore Diikuti 400 Pesepeda dari 5 Negara, Jelajahi Rute Gravel Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 4 Oktober 2026, 16:29 WIB
1001101997
Salah satu peserta asing yang turut serta dalam Nggravel Glenmore.

BanyuwangiNet.com – Banyuwangi kembali menghadirkan ajang balap sepeda dengan karakter lintasan berbeda. Kali ini, event Nggravel Glenmore digelar pada Minggu (4/10/2026) dan diikuti sekitar 400 pesepeda dari lima negara.

Para peserta berasal dari Australia, Belanda, Singapura, Swiss, dan Indonesia. Mereka akan menjajal rute gravel di kawasan Glenmore dengan karakter lintasan yang didominasi tanah, kerikil, dan bebatuan.

Nggravel Glenmore merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan Mainsepeda. Pesertanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai pesepeda muda hingga senior, atlet profesional maupun pemula.

Ajang ini menyediakan tiga kategori, yakni kompetitif Gravel 100 kilometer (km), kompetitif MTB 100 km, serta kategori non-race 80 km. Start dan finish dipusatkan di kawasan Industri Gula Glenmore (IGG).

Nggravel Glenmore mendapat julukan sebagai “Unbound Gravel”-nya Indonesia. Julukan tersebut merujuk pada karakter lintasannya yang dinilai memiliki kemiripan dengan Unbound Gravel, salah satu ajang gravel ternama di Kansas, Amerika Serikat.

Sekitar 90 persen rute Nggravel Glenmore merupakan jalur gravel. Peserta hanya melewati sebagian kecil jalan aspal dan single track, sementara sebagian besar lintasan berupa tanah, kerikil, hingga bebatuan kecil.

Meski tidak memiliki tanjakan panjang dengan tingkat kesulitan ekstrem, peserta tetap harus menghadapi jalur yang terus menanjak secara perlahan. Di beberapa titik terdapat sharp hill atau tanjakan curam dalam jarak pendek.

“Benar-benar mirip Unbound di Amerika,” kata Veri, peserta Gravel 100 km asal Kediri.

Peserta dari Australia, Stephen Lane, mengaku sudah beberapa kali mengikuti event sepeda di Banyuwangi. Namun, Nggravel Glenmore menjadi pengalaman pertamanya mengikuti balapan gravel di Indonesia.

“Secara umum, saya di sini untuk menikmati pengalaman dan bersenang-senang,” ungkapnya.

Sementara itu, Tika, peserta asal Yogyakarta, mengaku antusias menjajal trek Glenmore. Meski baru pertama kali mencoba rute gravel, ia tetap optimistis mengikuti perlombaan dengan bekal pengalaman dari berbagai kejuaraan balap sepeda di daerah lain.

“Niat saya ikut tidak hanya menyelesaikan perlombaan. Namun juga berolahraga sambil berwisata. Karena di Banyuwangi sudah tidak diragukan lagi, pemandangannya itu selalu spektakuler,” katanya.

Founder Mainsepeda, Azrul Ananda, mengatakan karakter lintasan Nggravel Glenmore memberikan tantangan yang beragam bagi peserta. Menurutnya, sekitar empat kilometer pertama masih berupa jalan beraspal. Setelah itu, peserta mulai memasuki jalur gravel dengan kondisi permukaan yang terus berubah.

“Ada bagian bisa dengan mudah melaju di atas 40 km/jam. Ada yang rock garden menggetarkan badan. Ada pula bagian-bagian berpasir yang menantang konsentrasi,” terangnya.

Variasi permukaan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Nggravel Glenmore. Peserta tidak hanya dituntut memiliki kecepatan, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan kondisi lintasan.

“Inilah yang membuat berbagai spektrum pegowes gravel tergiur rute yang memadukan berbagai jenis permukaan ini,” katanya.

Azrul menilai kehadiran Nggravel Glenmore semakin melengkapi rangkaian event sepeda yang selama ini digelar di Banyuwangi. Beberapa di antaranya Tour de Banyuwangi Ijen, Ijen KOM, BIG Downhill, dan BMX Supercross.

“Sudah sangat komplit Banyuwangi,” ungkapnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan Glenmore memiliki potensi wisata alam yang kuat. Kawasan tersebut berada di lereng Gunung Raung dengan udara yang sejuk dan lanskap yang asri.

Bluefire Ijen KOM 2025 Sukses Digelar, 394 Pesepeda Jelajahi Rute Epik Banyuwangi

Selain wisata alam, Glenmore juga memiliki sejumlah komoditas unggulan. Salah satunya kakao berkualitas ekspor, disusul tebu, karet, dan kopi.

“Glenmore juga memiliki berbagai potensi di antaranya sebagai penghasil kakao berkualitas ekspor, serta didukung komoditas lain seperti tebu, karet, dan kopi,” kata Ipuk.

Komitmen Efisiensi Energi, Bupati Ipuk Bersepeda Menuju Kantor

Menurutnya, Nggravel Glenmore diharapkan tidak berhenti sebagai ajang olahraga. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara juga menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi wisata serta produk unggulan Banyuwangi.

“Terima kasih Pak Azrul yang sudah konsisten gelar event sepeda di Banyuwangi. Kami harap event ini dapat menyuntikkan energi baru bagi sport tourism di Banyuwangi,” ujarnya.

Artikel Terkait