Banyuwangi BMX Supercross 2026 Kian Mendunia, Sirkuit Standar Olimpiade Jadi Magnet Rider Internasional

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 29 Juni 2026, 18:36 WIB
1000913409
Para peserta Banyuwangi BMX Supercross mulai menggelar latihan di sirkuit Muncar.

BanyuwangiNet.com – Ajang balap sepeda Banyuwangi BMX Supercross terus menunjukkan perkembangan positif sejak pertama kali digelar pada 2016. Setiap tahun jumlah peserta terus meningkat, bahkan kompetisi ini semakin diminati para pembalap dari berbagai negara berkat kualitas sirkuit yang telah memenuhi standar internasional.

Pada penyelenggaraan Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Sirkuit BMX Banyuwangi, sebanyak 331 rider dari berbagai provinsi di Indonesia serta sejumlah negara turut ambil bagian. Tingginya antusiasme peserta membuat panitia harus membatasi jumlah pendaftar.

Race Director Banyuwangi BMX Supercross, Dadang Haris Purnomo, mengatakan, peningkatan jumlah peserta terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun.

“Ya setiap tahun meningkat, bahkan tahun ini kami sengaja membatasi peserta karena sudah 300 lebih. Mereka tertantang dengan Sirkuit BMX Banyuwangi yang memang sudah standar internasional, dan yang paling penting ini juga masuk kalender federasi balap sepeda dunia (UCI) untuk bisa memperoleh poin,” kata Dadang.

Salah satu alasan utama meningkatnya minat peserta adalah kualitas Sirkuit BMX Banyuwangi yang telah memenuhi standar internasional dan digunakan sebagai salah satu arena untuk mengumpulkan poin resmi Union Cycliste Internationale (UCI).

Sirkuit ini memiliki lintasan sepanjang 465 meter dengan karakter yang menantang, dilengkapi empat high jump obstacle, dua start gate setinggi 5 meter dan 8 meter, serta tujuh pilihan jalur (line) dengan tingkat kesulitan berbeda sehingga dapat digunakan untuk berbagai kategori perlombaan.

Karakter lintasan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi rider luar negeri, termasuk tim dari Singapura yang tahun ini mengirimkan 10 pembalap.

Azel, salah satu rider asal Singapura, mengaku terkesan dengan kualitas lintasan di Banyuwangi.

“Treknya menarik, panjang, sangat menantang. Di Singapura tidak seperti ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Hamzah, rekan setimnya.

“Panjangnya dua kali dari yang ada di Singapura. Capek, tapi sangat menyenangkan. Ini melatih kami bermain di sirkuit standar internasional,” katanya.

Tak hanya menjadi arena kompetisi, Banyuwangi BMX Supercross juga dimanfaatkan sebagai bagian dari persiapan atlet internasional menghadapi berbagai kejuaraan bergengsi.

Pelatih Thailand Cycling Association, Herve Krebs, mengatakan timnya sengaja mengikuti kejuaraan di Banyuwangi karena tidak banyak negara yang memiliki sirkuit BMX berstandar UCI.

“Kami di sini menggunakan race ini sebagai tempat latihan karena fokus kami pada Kejuaraan Nasional dan SEA Games. Kami tidak memiliki banyak race, sehingga kesempatan seperti ini sangat penting untuk berlatih,” jelas Herve.

Menurutnya, lintasan yang panjang dan memiliki tingkat kesulitan tinggi menjadi tantangan sekaligus sarana meningkatkan kemampuan para atlet Thailand.

Banyuwangi BMX Supercross 2026 Resmi Digelar, ICF Sebut Sirkuit Muncar Terbaik di Asia

Daya tarik Banyuwangi BMX Supercross juga dirasakan para keluarga atlet yang datang mendampingi peserta. Citra Mutia, orang tua rider Rafa Thara dari DKI Jakarta, mengaku putranya sudah tiga kali mengikuti ajang ini karena menyukai karakter sirkuit Banyuwangi.

“Ini tahun ketiga Rafa ikut di Banyuwangi. Sirkuitnya bagus, jadi favorit anak saya. Selain itu, Banyuwangi vibes-nya menyenangkan. Tidak hanya mengantar anak, tapi juga bisa sekalian liburan di sini karena wisatanya bagus-bagus. Makanan juga murah,” ujar Citra.

Banyuwangi BMX Supercross 2026 Resmi Digelar, ICF Sebut Sirkuit Muncar Terbaik di Asia

Pendapat serupa disampaikan Imam Maftuh, orang tua rider cilik Aditama Elvan asal Tasikmalaya. Menurutnya, keberadaan sirkuit berstandar internasional menjadi alasan kuat putranya ingin berlaga di Banyuwangi.

“Anak saya melihat sirkuit Muncar yang treknya panjang dan internasional, dia langsung minta ikut lomba di Banyuwangi. Keren Banyuwangi, tidak semua daerah di Indonesia punya komitmen membangun fasilitas untuk pengembangan bibit atlet. Salut untuk Banyuwangi, ditambah kondisinya juga mendukung rider berlatih dan bertanding di sini,” kata Imam.

Artikel Terkait