Usai Banyuwangi BMX Supercross Segera Digelar Kejurnas BMX 2026, Sirkuit BMX Banyuwangi Dongkrak Ekonomi Warga
BanyuwangiNet.com – Keberadaan Sirkuit BMX Banyuwangi tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Setelah sukses menggelar Banyuwangi BMX Supercross 2026 pada 27–28 Juni, sirkuit BMX Muncar kembali menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX 2026 yang akan berlangsung pada 4–5 Juli.
Rangkaian dua kejuaraan secara berurutan membuat perputaran ekonomi masyarakat lokal terus berlangsung. Banyak pembalap yang sebelumnya mengikuti Banyuwangi BMX Supercross memilih memperpanjang masa tinggal mereka di Banyuwangi sambil mempersiapkan diri menghadapi Kejurnas yang digelar di sirkuit berstandar Olimpiade tersebut.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (ICF), Jadi Rajagukguk, mengatakan kondisi tersebut memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha di sekitar sirkuit.
“Banyak pembalap yang mengikuti Supercross tinggal di Banyuwangi untuk mengikuti Kejurnas. Ini menjadi perputaran ekonomi bagi warga lokal,” kata Jadi.
Sebelumnya, Banyuwangi BMX Supercross 2026 diikuti 331 pembalap dari berbagai provinsi di Indonesia dan sejumlah negara. Para atlet datang bersama ofisial, mekanik, hingga anggota keluarga. Sebagian bahkan telah berada di Banyuwangi beberapa hari sebelum perlombaan untuk menjalani latihan intensif.
Menurut Jadi, Kejurnas BMX juga akan menghadirkan ratusan atlet dari berbagai daerah sehingga potensi perputaran ekonomi masyarakat diperkirakan terus meningkat.
“Kejurnas juga akan diikuti oleh ratusan pembalap dari berbagai daerah di Indonesia. Ini juga akan menjadi perputaran ekonomi bagi warga lokal,” tambahnya.
Dampak positif penyelenggaraan berbagai kejuaraan BMX dirasakan langsung oleh warga sekitar sirkuit. Salah satunya Yuli (50), pemilik warung makan dan minuman di jalan menuju Sirkuit BMX Banyuwangi.
Ia menceritakan, sebelum sirkuit dibangun kawasan tersebut merupakan area perkebunan yang relatif sepi. Kini, setiap ada kejuaraan, kawasan itu dipenuhi atlet, ofisial, dan pengunjung sehingga banyak warga membuka berbagai jenis usaha.
“Dulu di sini sepi, tapi sejak ada sirkuit jadi ramai. Warga di sini semuanya bersyukur karena bisa membuka usaha. Apalagi kalau ada lomba seperti sekarang, warung saya tambah ramai, omzet naik drastis,” ujar Yuli.
Tidak hanya mengelola warung, Yuli juga membangun rumah yang disewakan sebagai tempat menginap peserta lomba. Tingginya permintaan membuat rumah miliknya disewa selama sepuluh hari oleh salah satu tim dari luar daerah.
“Alhamdulillah penghasilannya jadi dobel kalau ada lomba di sirkuit, dari warung dan penyewaan rumah. Harapan saya bisa sering diadakan lomba di sini,” katanya.
Manfaat ekonomi juga dirasakan Tumini, warga yang tinggal tepat di samping sirkuit. Selain membuka warung, ia menyediakan jasa penyewaan kendaraan dan toilet umum bagi peserta maupun pengunjung.
Banyuwangi BMX Supercross 2026 Dongkrak Ekonomi Warga, Penginapan hingga Warung Kebanjiran Rezeki
Menurutnya, keberadaan sirkuit BMX berstandar internasional telah membuka peluang usaha baru yang sebelumnya tidak pernah ada.
“Sirkuit BMX ini sangat menguntungkan. Karena sering ada lomba, kami ikut kecipratan rezeki dengan berjualan makanan, menyewakan kendaraan, dan toilet umum,” ujarnya.
Rio Akbar Rebut Gelar Banyuwangi BMX Supercross 2026, Timnas Indonesia Sapu Bersih Elite
Hal serupa disampaikan Dewi, pedagang makanan musiman yang rutin berjualan setiap kali digelar kejuaraan BMX di Banyuwangi. Bahkan, ia sudah mulai berjualan sekitar sepekan sebelum perlombaan karena para atlet biasanya datang lebih awal untuk berlatih.
“Senang banget. Setiap ada lomba kami bisa berjualan dan menambah penghasilan keluarga. Kami inginnya sering-sering ada lomba,” katanya.