Banyuwangi BMX Supercross 2026 Dongkrak Ekonomi Warga, Penginapan hingga Warung Kebanjiran Rezeki

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 24 Juni 2026, 22:59 WIB
1000913409
Para peserta Banyuwangi BMX Supercross mulai menggelar latihan di sirkuit Muncar.

BanyuwangiNet.com – Ajang Banyuwangi BMX Supercross 2026 tidak hanya menjadi magnet bagi atlet balap sepeda dari berbagai daerah dan mancanegara, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Bahkan, manfaat ekonomi sudah mulai terasa jauh sebelum kompetisi berlangsung pada 27-28 Juni 2026 di Sirkuit Internasional BMX Muncar, Banyuwangi.

Kompetisi yang masuk dalam kalender resmi Federasi Balap Sepeda Dunia atau Union Cycliste Internationale (UCI) tersebut diikuti 343 pembalap dari empat negara, yakni Indonesia, Singapura, Thailand, dan Filipina.

Kedatangan para atlet, ofisial tim, serta anggota keluarga mereka membuat ribuan orang datang ke Banyuwangi. Kondisi ini menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar sirkuit BMX berstandar olimpiade pertama di Asia Tenggara tersebut.

Meningkatnya jumlah tamu yang datang ke Banyuwangi membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat. Berbagai layanan seperti penginapan, kuliner, penyewaan kendaraan, penjualan perlengkapan olahraga, hingga jasa pendukung lainnya mengalami peningkatan permintaan.

Salah satu warga yang merasakan manfaatnya adalah Erwin. Selama dua tahun terakhir, ia menyewakan rumahnya kepada atlet dan keluarga yang datang untuk mengikuti kompetisi BMX.

“Awalnya diberitahu saudara kalau ada yang mencari penginapan. Akhirnya saya tawarkan, dan mereka mau. Sampai sekarang keterusan karena pendapatannya lumayan,” ujarnya.

Menurut Erwin, permintaan penginapan biasanya mulai meningkat sekitar satu bulan sebelum perlombaan berlangsung. Banyak atlet memilih datang lebih awal untuk beradaptasi dan berlatih di lintasan.

Fenomena serupa juga terjadi di lingkungan sekitar rumahnya. Sejumlah warga memanfaatkan rumah mereka sebagai penginapan sementara bagi peserta dan pendamping lomba.

Dampak positif penyelenggaraan BMX Supercross juga dirasakan Tumini, warga yang tinggal tepat di samping sirkuit. Ia menjalankan beberapa usaha sekaligus, mulai dari warung makanan, penyewaan kendaraan, hingga toilet umum.

Menurutnya, keberadaan Sirkuit BMX Internasional Muncar telah membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar karena venue tersebut rutin digunakan untuk berbagai kompetisi bergengsi.

“Kehadiran sirkuit BMX ini sangat menguntungkan. Karena sering ada lomba, kami ikut kecipratan rezeki dengan berjualan makanan, menyewakan kendaraan, dan toilet umum,” katanya.

Manfaat ekonomi juga dirasakan Dewi, warga yang setiap kali ada perlombaan BMX membuka lapak makanan dan minuman di sekitar sirkuit.

Banyuwangi BMX Supercross 2026 Segera Digelar, Diikuti 294 Rider Internasional

Ia mengungkapkan, aktivitas jualannya biasanya sudah dimulai sejak sepekan sebelum kompetisi berlangsung. Hal itu karena banyak atlet yang datang lebih awal untuk melakukan latihan dan mengenal karakter lintasan.

“Senang banget. Setiap ada lomba, kami bisa berjualan. Bisa menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Sehari-hari, Dewi menjalankan usaha toko kelontong di rumahnya. Namun setiap ada event BMX, ia memanfaatkan momentum tersebut untuk menambah pendapatan keluarga dengan berjualan aneka makanan dan minuman.

Banyuwangi BMX Supercross 2026 Siap Digelar, Rider Mulai Jajal Sirkuit Muncar

Banyuwangi BMX Supercross 2026 menjadi contoh bagaimana penyelenggaraan event olahraga internasional mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Tidak hanya menghidupkan sektor olahraga, ajang ini juga menggerakkan usaha mikro masyarakat, jasa penginapan, transportasi, hingga perdagangan lokal.

Kompetisi ini akan mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari Challenge Boys & Girls, Challenge Men, Master, hingga kelas bergengsi Championship Elite, Championship Junior, dan Championship U23.

Artikel Terkait