Banyuwangi BMX Supercross 2026 Segera Digelar, Diikuti 294 Rider Internasional

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 20 Juni 2026, 12:21 WIB
1000905805
Pembalap BMX berlomba menjadi yang terbaik di sirkuat BMX Muncar Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Banyuwangi kembali menjadi tuan rumah ajang balap sepeda internasional melalui Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang akan digelar pada 27-28 Juni mendatang. Kejuaraan ini menjadi satu-satunya balap BMX di Indonesia yang masuk dalam kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI).

Sebanyak 294 pembalap dari Indonesia, Singapura, Thailand, dan Filipina dipastikan ambil bagian dalam kompetisi yang akan berlangsung di Sirkuit BMX Muncar. Lintasan tersebut dikenal sebagai salah satu trek BMX terpanjang di dunia dengan panjang mencapai 465 meter.

Sirkuit Muncar memiliki sejumlah tantangan teknis, mulai dari obstacle 4 height jump hingga dua start gate dengan ketinggian 5 meter dan 8 meter yang menuntut kemampuan serta keberanian para pembalap.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, penyelenggaraan BMX Supercross merupakan bagian dari strategi daerah untuk mengembangkan sektor sport tourism sekaligus meningkatkan kualitas atlet balap sepeda Indonesia.

Menurut Ipuk, keberadaan ajang berstatus UCI ini memberi kesempatan bagi atlet nasional untuk mengumpulkan poin internasional tanpa harus mengikuti kompetisi di luar negeri.

“Alhamdulillah BMX Supercross kembali kami gelar. Ini adalah komitmen kami selain mengembangkan sport tourism, juga mendorong peningkatan kompetensi atlet BMX di tanah air,” kata Ipuk, Sabtu (20/6/2026).

Ia menambahkan, kejuaraan tersebut menjadi peluang bagi para rider Indonesia untuk mengukur kemampuan mereka di level internasional.

“Rider Indonesia tidak perlu jauh-jauh ke negara lain untuk mendapatkan poin internasional,” imbuhnya.

Selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan semakin memperkenalkan Banyuwangi kepada peserta dan wisatawan yang datang dari berbagai daerah maupun negara.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Dwi Handayani, menjelaskan sejumlah pembalap dijadwalkan mulai tiba di Banyuwangi pada 22 Juni untuk menjalani latihan dan beradaptasi dengan karakter lintasan.

“Mulai Senin, 22 Juni sebagian atlet dijadwalkan akan datang dan berlatih secara mandiri untuk beradaptasi dengan karakter lintasan,” ujar Yani.

Banyuwangi Jadi Pembuka Geopark Run Series 2026, Dorong Sport Tourism Ijen

Sebagai bagian dari persiapan teknis, sirkuit akan ditutup sementara pada 25 Juni untuk pemasangan berbagai perlengkapan pendukung pertandingan. Sementara itu, pada 26 Juni akan digelar sesi latihan resmi yang dipantau langsung oleh perwakilan UCI melalui Venue Commissaire Panel (VCP) dari Australia.

“Semua tahapan persiapan kami lakukan sesuai standar UCI agar pelaksanaan kejuaraan berjalan lancar dan memenuhi ketentuan internasional,” katanya.

Banyuwangi Attractions 2026: 86 Event Budaya dan Sport Tourism Perkuat Identitas Daerah

Rangkaian lomba akan berlangsung selama dua hari, yakni 27-28 Juni 2026. Para rider akan bersaing dalam 25 kategori untuk memperebutkan poin UCI yang berpengaruh terhadap peringkat internasional mereka.

Kategori yang dipertandingkan meliputi kelompok usia anak hingga elite, di antaranya Boys 5-6 tahun, Boys 7-8 tahun, Boys 9-10 tahun, Boys 11-12 tahun, Boys 13-14 tahun, Boys 15-16 tahun, Girls 5-6 tahun, Girls 7-8 tahun, Girls 9-10 tahun, Girls 11-12 tahun, Girls 13-14 tahun, Girls 15-16 tahun, Men 17-29 tahun, Men 30-35 tahun, Men 36-40 tahun, Men 41 Up, Men Under 23, Women Under 23, Men Junior, Women Junior, Men Elite, dan Women Elite.

Artikel Terkait