Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Terkendala Cuaca Buruk, 29 Orang Masih Hilang

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 4 Juli 2025, 20:31 WIB
RILIS :  Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas R Eko Suyatno menjelaskan hasil pencarian pada H+2 tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Jumat (4/7/2025). Hasil pencarian nihil.
RILIS : Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas R Eko Suyatno menjelaskan hasil pencarian pada H+2 tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Jumat (4/7/2025). Hasil pencarian nihil.

BanyuwangiNet.com – Upaya pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali masih belum menunjukkan hasil hingga hari kedua pascakejadian. Tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca yang memburuk di lokasi pencarian.

Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno, menjelaskan bahwa jarak pandang di area pencarian menurun drastis, dari sebelumnya 10 kilometer menjadi hanya 3 kilometer. Selain itu, gelombang laut yang awalnya berkisar 0,5–1,2 meter kini meningkat hingga 2–2,5 meter, menyulitkan proses penyisiran.

“Pencarian dilakukan oleh satuan tugas dari laut, darat, dan udara. Namun hingga saat ini belum ada penambahan korban yang ditemukan,” ungkap Eko dalam konferensi pers, Jumat (4/7/2025).

Tangis Haru Keluarga Korban Selamat Tragedi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

Meski belum ditemukan korban baru, jumlah korban selamat bertambah satu orang, menjadi total 30 orang. Penambahan ini bukan hasil evakuasi baru, melainkan hasil verifikasi ulang data penyintas.

Eko menjelaskan bahwa sebelumnya terjadi kekeliruan dalam pencatatan dua nama yang mirip, yakni Wahyudi dan Tri Wahyudi. Setelah ditelusuri lebih lanjut, keduanya ternyata adalah individu yang berbeda.

“Setelah dilakukan rekonfirmasi terhadap data yang masuk, ternyata Wahyudi dan Tri Wahyudi adalah dua orang yang berbeda,” kata Eko.

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Angkut 65 Orang dan 22 Kendaraan

Wahyudi, yang diketahui merupakan warga Gilimanuk, Bali, selamat dari insiden tersebut namun langsung pulang ke rumah tanpa sempat didata oleh tim SAR gabungan.

“Korban ini dijemput langsung oleh keluarganya dan tidak terdata pada awal pendataan korban,” jelas Eko.

Hingga hari ini, total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 36 orang, terdiri dari 30 korban selamat dan 6 korban meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah penumpang yang masih dalam pencarian tersisa 29 orang.

Pabrik INKA Banyuwangi Siap Produksi 250 Gerbong Kereta per Tahun, Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Eko mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar pesisir atau memiliki informasi terkait keberadaan korban, untuk segera melapor kepada tim SAR gabungan.

“Jika masyarakat menemukan atau menyelamatkan korban, mohon segera sampaikan kepada kami agar proses pencatatan dan penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” pungkasnya.

 

 

Artikel Terkait