Tangis Haru Keluarga Korban Selamat Tragedi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali
BanyuwangiNet.com – Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Rabu malam (2/7/2025) menyisakan duka dan kekhawatiran. Di tengah kabar musibah itu, harapan muncul ketika empat orang dilaporkan selamat setelah berhasil menyelamatkan diri menggunakan sekoci.
Keempat penyintas tersebut terdiri dari satu kru kapal dan tiga penumpang. Mereka adalah Sandi Wariyawan, Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal, serta tiga warga Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi: Romi Alfa Hidayat, Mansur, dan Samuji.
KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Angkut 65 Orang dan 22 Kendaraan
Menurut Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, keempatnya berhasil bertahan hidup berkat respons cepat kru kapal yang menurunkan sekoci sesaat setelah kapal mulai tenggelam.
“Saat kapal tenggelam, kru kapal menurunkan sekoci dan menyelamatkan tiga penumpang tersebut,” ujar Rama dalam keterangan kepada media.
Setelah menaiki sekoci, mereka berupaya mendekati daratan dan akhirnya ditemukan oleh warga di perairan wilayah Cekik, dekat Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Saat ditemukan, kondisi keempatnya dilaporkan dalam keadaan sehat.
Pabrik INKA Banyuwangi Siap Produksi 250 Gerbong Kereta per Tahun, Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
“Alhamdulillah keempatnya dalam kondisi sehat. Saat ini mereka berada di Pelabuhan Gilimanuk,” lanjut Rama.
Sementara Baihaki, ayah dari Romi Alfa Hidayat, salah satu penumpang yang selamat, langsung menangis mendapat kabar anaknya selamat dari insiden tersebut.
Baihaki mengaku mendapat informasi tentang tenggelamnya kapal pada Kamis dini hari (3/7/2025). Ia sempat panik karena tidak dapat menghubungi Romi. Bersama anggota keluarga lainnya, ia langsung menuju Pelabuhan Ketapang untuk mencari informasi.
Penutupan Total Jalur Gumitir, DPRD Banyuwangi Minta Dikaji Ulang
“Alhamdulillah, Pak. Saya dari tadi bingung. Anak saya enggak ada kabar. Dihubungi enggak bisa,” tutur Baihaki.
Romi diketahui tengah dalam perjalanan menuju Bali untuk bekerja secara musiman. Menurut sang ayah, Romi biasanya mengantar fiber dari Blimbingsari ke Bali dan bekerja di kawasan Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.