Warga Ketapang Tewas Dikeroyok Gerombolan Anak Punk di Jalur Situbondo-Banyuwangi
BanyuwangiNet.com – Seorang warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, tewas setelah menjadi korban pengeroyokan oleh gerombolan anak punk di Jalan Raya Situbondo–Banyuwangi, Rabu (4/2/2025) malam. Korban mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapat perawatan medis di rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di pinggir jalan nasional penghubung Situbondo–Banyuwangi. Informasi sementara menyebutkan, beberapa terduga pelaku telah diamankan aparat Polresta Banyuwangi untuk menjalani pemeriksaan.
Korban diketahui bernama Yoseph Bachtiar Irawan (41). Menurut keterangan keluarga, sebelum kejadian korban berada di rumahnya yang berlokasi tepat di tepi jalan raya.
“Kemudian ada tiga orang yang mengamen di rumah sebelah. Setelah itu berpindah ke rumah kakak saya,” ujar adik kandung korban, Triyas Oktania, saat ditemui di rumah duka, Kamis (5/2/2026).
Pemkab Banyuwangi Perbaiki Ratusan Titik Jalan, Target Tuntas Sebelum Lebaran 2026
Belum diketahui secara pasti penyebab cekcok yang terjadi. Namun, setelah adu mulut, ketiga anak punk tersebut berlari ke arah selatan dan dikejar oleh korban.
“Mereka lari ke arah selatan. Sama kakak saya dikejar. Tidak ada yang tahu pasti penyebabnya apa,” lanjut Oktania.
Kejar-kejaran berlangsung hingga lebih dari 100 meter dari rumah korban. Di lokasi tersebut, ketiga pemuda itu ternyata telah bergabung dengan sejumlah rekannya. Di pinggir jalan, korban kemudian dianiaya secara brutal hingga terjatuh dan tidak berdaya.
Saat beberapa warga mendekat, para pelaku langsung melarikan diri. Sejumlah saksi melihat mereka menumpang kendaraan truk yang melintas ke arah utara.
“Salah satu warga melihat mereka pergi sambil mengejek ke arah korban. Sementara kakak saya sudah ambruk,” kata Oktania.
Istri korban sempat menyusul ke lokasi kejadian. Namun saat itu, korban sudah dalam kondisi kritis.
“Kakak saya sudah tidak berdaya saat itu,” tambahnya.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka parah di bagian kepala dan sempat mengalami muntah-muntah. Namun nyawanya tidak tertolong.
“Sekitar satu jam setelah dirawat di rumah sakit, kakak saya meninggal,” ujarnya.
Korban meninggalkan seorang istri dan satu anak yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar.