Upaya Banyuwangi Pulihkan Pariwisata, Siapkan Triple Track Strategy

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 18 November 2021, 22:10 WIB
IMG-20211023-WA0069
Sektor pariwisata di Banyuwangi terus bergeliat untuk mendorong pemulihan ekonomi, sejak dibuka kali pertama secara bertahap dan terbatas mulai 10 September 2021 lalu. Banyuwangi memiliki strategi "Triple Track Strategy" pemulihan ekonomi di sektor pariwisata seiring dengan melandainya kasus C
Sektor pariwisata di Banyuwangi terus bergeliat untuk mendorong pemulihan ekonomi, sejak dibuka kali pertama secara bertahap dan terbatas mulai 10 September 2021 lalu. Banyuwangi memiliki strategi "Triple Track Strategy" pemulihan ekonomi di sektor pariwisata seiring dengan melandainya kasus C

BANYUWANGI-Sektor pariwisata di Banyuwangi terus bergeliat untuk mendorong pemulihan ekonomi, sejak dibuka kali pertama secara bertahap dan terbatas mulai 10 September 2021 lalu. Banyuwangi memiliki strategi “Triple Track Strategy” pemulihan ekonomi di sektor pariwisata seiring dengan melandainya kasus Covid-19.

Bahkan dalam beberapa bulan terakhir okupansi penginapan dan hotel mencapai 90 hingga 100 persen, menyusul berbagai event yang digelar di Banyuwangi.

“Saat pandemi mulai terkendali, semua akan memelototi akan berwisata kemana. Daerah utamanya daerah pariwisata seperti Banyuwangi, harus menyiapkan diri dan tidak boleh kehilangan momentum. Ini akan menjadi momen bagi pariwisata daerah untuk bangkit,” kata Ipuk.

Bupati perempuan itu mengatakan, saat pandemi membuat semua orang kembali pada kebutuhan dasar (basic needs), yaitu makan, minum, dan kesehatan. Namun saat pandemi mulai terkendali, orang akan kembali berburu aktivitas hiburan (leisure) seperti berwisata dan kuliner. Saat itulah mulai tercipta momentum Post-Pandemic Rebound. “Momentum itulah yang jangan sampai lepas,” ujar Ipuk.

Menangkap momentum tersebut Banyuwangi menyiapkan tiga strategi pariwisata yang disebut Triple Track Stategy. Yakni pariwisata yang makin digital, makin kreatif, dan makin sehat.

Makin digital yaitu membuat pariwisata semakin mudah untuk diakses. Banyuwangi telah menerapkan pembelian tiket secara online, penyelenggaraan event yang beralih dari pertunjukan langsung menjadi virtual maupun hybrid (online dan offline), hingga penyediaan angkutan pariwisata gratis yang bisa dipesan secara daring.

Baca Juga:

Banyuwangi Hadirkan Atraksi Musik Jazz di Belantara Lahan Durian

Hadiri “Staycation Seru”, Bupati Banyuwangi: Hibur Wisatawan Sekaligus Berdayakan Seniman

“Kita juga menerapkan skrining pengunjung dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi, termasuk destinasi alam yang berada di desa, tapi tetap aspek digital untuk melindungi semuanya ini harus berjalan,” jelasnya.

Makin kreatif, menurut alumni Universitas Negeri Jakarta tersebut, dilakukan Banyuwangi dengan terus berinovasi meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan. Salah satunya dengan menyiapkan layanan angkutan wisata gratis ke sejumlah destinasi wisata. Banyuwangi telah meluncurkan angkutan pariwisata gratis yang bisa dimanfaatkan wisatawan menuju ke beberapa destinasi wisata andalan Banyuwangi.

Antara lain Pulau Merah, Djawatan, Dusun Kakao Glenmore, Gunung Ijen, dan Bangsring Underwater. Untuk bisa mengakses angkutan wisata ini, wisatawan bisa melakukan pendaftaran melalui link https://banyuwangitourism.com/jalan-jalan/. Mereka bisa memilih destinasi wisata tujuan, beserta tanggal dan waktu keberangkatan.

“Event-event baru juga kami galang, kolaborasi dengan banyak hal, seperti sepeda hingga selancar dan berbagai skema outdoor tourism yang kini diburu wisatawan karena dinilai lebih aman dan sehat. Tahun depan kami menjadi tuan rumah World Surf League atas dukungan pemerintah pusat dan provinsi,” ujarnya.

Genjot Pariwisata Kembangkan Wellness Tourism

Seperti konsep wisata minat khusus untuk menjaga kebugaran tubuh (Wellness Tourism), Banyuwangi menggelar event jazz di tengah perkebunan karet, yakni Rubber Jazz. Gelaran musik ini bertempat di perkebunan karet Kalibendo, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu (16/10/2021). Sebuah atraksi yang memadukan pertunjukan musik jazz, nikmatnya kuliner sehat, dan didahului perjalanan bersepeda.

Sementara makin sehat, bukan sekadar disiplin protokol kesehatan saja. Tapi harus melengkapi diri dengan standar festival dan pengelolaan destinasi berorientasi kesehatan. Banyuwangi juga melakukan melakukan sertifikasi protokol kesehatan Covid-19 untuk destinasi wisata, hotel, homestay, dan kafe serta restoran hingga warung-warung rakyat.

“Dari sisi pemerintah, meski kasus Covid-19 menurun, kita tetap berikhtiar memperkuat testing dan tracing. Juga vaksinasi. Alhamdulillah, capaian vaksinasi dosis satu di Banyuwangi mencapai 55 persen hari ini, Insya Allah sudah lebih tinggi dibanding mayoritas daerah destinasi alam di Jatim, sehingga ke Banyuwangi bisa lebih nyaman,” kata Ipuk.

Dia menambahkan, Banyuwangi sebagai cagar biosfer dunia juga menjamin lingkungan sehat bagi wisatawan, pintu masuk memperkuat outdoor tourism, agro tourism, dan sejenisnya.

Triple Track Strategy ini merupakan bagian dari berbagai upaya yang dilakukan Banyuwangi untuk pemulihan ekonomi, yang terangkum dalam program “Banyuwangi Rebound”. Namun meski fokus pemulihan ekonomi, penanganan pandemi dari aspek kesehatan tidak dilupakan. Saat ini lebih dari vaksinasi Covid-19 telah mencapai hampir 70 persen disuntikkan kepada warga Banyuwangi. Vaksinasi masif tetap diiringi dengan penguatan tes, trace, dan treatment (3T).

“Dalam pemulihan ekonomi, kami tetap menetapkan sejumlah sektor prioritas yang harus kami lakukan terlebih dahulu yakni vaksinasi dan penguatan 3T,” beber Ipuk.

Ipuk membeber kerangka dasar ”Banyuwangi Rebound” dengan menyebut ”semua dinas adalah dinas pemulihan ekonomi”. ”Semua program dan gerak pemerintah diarahkan untuk pemulihan ekonomi, terutama kelompok masyarakat menengah ke bawah,” ujarnya.

Berbagai program pemulihan ekonomi terus digeber seperti ongkos kirim graris ke ke seluruh Indonesia untuk UMKM, pendampigan UMKM untuk go digital hingga sertifikasi, jemput bola membantu UMKM dalam mengurus izin usaha, program bantuan peningkatan kapasitas warung-warung kecil, Hari Belanja ke Pasar dan UMKM setiap bulannya pada tanggal-tanggal tertentu, hingga bantuan kepada ribuan PKL selama masa PPKM.

”Kita juga menjalankan program ”Jagoan Banyuwangi” untuk membuat anak-anak muda tetap giat berwirausaha meskipun di masa pandemi yang sulit,” ujarnya.

Artikel Terkait