Hadiri “Staycation Seru”, Bupati Banyuwangi: Hibur Wisatawan Sekaligus Berdayakan Seniman

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 10 November 2021, 21:39 WIB
IMG-20211107-WA0020
Hadiri “Staycation Seru”, Bupati Banyuwangi: Hibur Wisatawan Sekaligus Berdayakan Seniman

BANYUWANGI – Berbagai atraksi wisata disiapkan Banyuwangi dalam rangkaian pemulihan sektor pariwisata. Pemkab Banyuwangi menyediakan atraksi wisata “Staycation Seru” bersama musisi dan seniman di hotel-hotel dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi ini salah satu cara bagaimana menghibur wisatawan dengan konsep staycation yang sekarang cukup nge-tren, dan di sisi lain kita berdayakan musisi serta seniman lokal yang selama masa PPKM Level 4 dan 3 kemarin kesulitan mendapatkan ruang berekspresi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Hotel Dialoog, Sabtu malam (6/11/2021).

Di Hotel Dialoog, yang kerap menjadi jujugan para menteri hingga wisatawan luar negeri, tampil Nada Ethnic, grup musik Banyuwangi yang personelnya merupakan pengamen jalanan. Mereka tampil membawakan berbagai lagu hits dengan aransemen jazz menggunakan alat-alat musik tradisi seperti selo, angklung kencruk, dan lainnya.

“Keren mainnya. Terus berekspresi. Saya paham, situasi pandemi ini tidak mudah. InsyaAllah pemerintah daerah hadir sesuai kemampuan, seperti memfasilitasi tampil di hotel-hotel dan destinasi wisata,” tutur Ipuk.

Ipuk mengatakan, program “Staycation Seru di Banyuwangi” ini sudah digeber sejak 18 Oktober lalu. Total akan ada sedikitnya 22 pertunjukan, berkeliling dari satu hotel ke hotel lainnya.

Baca Juga:

Banyuwangi Hadirkan Atraksi Musik Jazz di Belantara Lahan Durian

“Semoga bisa memberi ruang berekspresi bagi seniman, bagi para musisi, ketika perhelatan festival belum bisa digelar seheboh dulu,” ujarnya.

Program ini juga melibatkan berbagai pelaku seni dan ekosistemnya, mulai lighting, sound system, musisi, seniman tari, MC, dan sebagainya secara bergiliran.

“Secara rutin dan bergiliran seminggu sekali, para seniman akan tampil di hotel-hotel yang ada di Banyuwangi,” urai Ipuk.

Tidak hanya live musik saja, seni budaya juga akan ditampilkan. Dengan tambahan atraksi wisata seni budaya di hotel, justru akan menjadi pengalaman menarik bagi wisatawan.

Sofin, musisi Banyuwangi yang tergabung di Nada Ethnic, menyambut antusias program ini. Dia mengaku tersanjung diajak tampil di Hotel Dialoog.

“Saya merasa tersanjung bisa diberi kesempatan manggung di hotel berbintang ini. Biasanya kami hanya tampil acara-acara hajatan, kan kami hanya seniman jalanan. Semoga program ini bisa terus berlanjut, saya yakin bisa semakin meningkatkan kreativitas para seniman,” kata dia.

Staycation Berdayakan Seninam dengan Ngamen Online

Kolaborasi berbagai kalangan di Banyuwangi mencetuskan ide “Ngamen Online” untuk memfasilitasi para pelaku seni bisa terus eksis ketika tidak bisa pementasan selama masa PPKM. Para seniman akan diajak menggelar pentas virtual, yang akan diiringi dengan donasi. Hasilnya akan disalurkan ke pelaku seni dan ekosistemnya yang terdampak PPKM.

Uji coba “Ngamen Online” telah dilakukan. Digarap serius layaknya konser musik pada umumnya. Terdapat panggung lengkap dengan lighting, sound system, dan berbagai alat musik. Para musisi juga tampil serius layaknya konser. Mereka membawakan berbagai lagu “Banyuwangian”.

Para musisi yang terlibat telah menjalankan protokol kesehatan. Semua yang terlibat, baik artis maupun kru, dilakukan swab.

Uji coba “Ngamen Online” pertama ini digelar di studio One Nada milik musisi ternama Banyuwangi, Wandra Restusian, di Dusun Cempokasari, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Minggu (22/08), serta disiarkan melalui channel Youtube “All in iD”.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, anggota DPR RI Sonny T. Danaparamita, dan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto tampak hadir.

“Jadi minggu lalu saya bertemu Pak Sonny (anggota DPR RI Sonny T. Danaparamita), kami ngobrol-ngobrol, termasuk membahas soal bagaimana kesenian bisa tetap eksis. Maka muncullah ide ini. Mas Wandra juga merespons antusias,” ujar Ipuk bercerita.

“Ini pertama kami gelar di tempat Mas Wandra. Nantinya rutin digelar di lokasi yang berbeda dengan melibatkan berbagai pelaku seni dan ekosistemnya, mulai lighting, sound system, musisi, seniman tari, MC, dan sebagainya secara bergiliran,” imbuh Ipuk.

Dalam “Ngamen Online” yang disiarkan secara live melalui media sosial, penonton bisa “nyawer” yang hasilnya didonasikan pada para pelaku seni dan ekosistemnya yang terdampak pandemi.

“Nanti juga akan dibuka donasi untuk para pekerja seni dengan rekening langsung atas nama salah seorang pekerja seni. Nanti bisa dibagikan kepada siapa yang terdampak. Mulai pekan depan kita sosialisasikan masif sehingga banyak yang terlibat,” jelas Ipuk.

Musisi Wandra mengaku sangat mengapresiasi kolaborasi pemerintah dan pelaku seni tersebut. “Pandemi memang berdampak besar pada kami para pelaku seni. Dengan cara Ngamen Online seperti ini, kami bisa berkarya dan hasil saweran ini akan kami bagikan pada pelaku seni,” kata Wandra.

Sementara itu Anggota Komisi VI DPR RI Sonny T. Danaparamita yang turut hadir sangat mendukung acara ini, sehingga para seniman Banyuwangi yang tidak berpangku tangan di masa pandemi.

“Ini salah satu konsep yang sangat baik dan bisa terus dilaksanakan, sehingga para seniman tetap bisa berkarya. Dan yang terpenting tetap jalankan protokol kesehatan,,” kata Sonny.

Artikel Terkait