Tour de Banyuwangi Ijen 2025, Ajang Balap Sepeda Internasional yang Menginspirasi Asia
BanyuwangiNet.com – Ajang balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025 resmi berakhir dengan kesuksesan yang kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kompetisi paling bergengsi di kawasan Asia. Memasuki tahun ke-10 penyelenggaraannya, TdBI terus menunjukkan konsistensinya dalam mempromosikan olahraga balap sepeda dan pariwisata Banyuwangi ke mata dunia.
Kompetisi ini merupakan satu-satunya ajang road race di Indonesia yang tercatat dalam kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI), badan internasional yang menaungi olahraga balap sepeda. Tahun ini, sebanyak 99 pembalap dari 24 negara turut ambil bagian, membuktikan tingginya antusiasme dunia internasional terhadap event ini.
“Saya telah datang ke Indonesia berkali-kali, dan ini adalah kali kedua saya ke Banyuwangi. Saya bisa katakan bahwa balapan ini adalah salah satu favorit saya, dengan lanskap yang spektakuler, dan sambutan hangat dari para penonton,” ujar Nathapong Lohitnavy, President Commissaire UCI untuk TdBI 2025.
Kesan Pembalap Mancanegara di Tour de Banyuwangi Ijen 2025, Serasa Tampil di Tour de France
Nathapong juga menyampaikan bahwa seluruh rangkaian balapan berlangsung dengan lancar dan terorganisasi dengan baik. Hal senada juga disampaikan oleh Jamaludin Mahmud, International Commissaire dari UCI, yang menilai bahwa TdBI tidak hanya menjadi ajang balapan, namun juga inspirasi bagi negara-negara lain di kawasan Asia.
“Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi yang telah mencetuskan satu gagasan yang menjadi ilham tidak hanya bagi Indonesia, tapi juga negara-negara Asia lainnya,” ungkap Jamal.
Menurut data panitia, lebih dari 40 tim balap dari berbagai negara menunjukkan minat untuk berpartisipasi di TdBI 2025. Namun, hanya tim-tim dengan peringkat terbaik yang dipilih untuk bersaing dalam kompetisi yang berlangsung dalam empat etape ini.
Etape Tiga Tour de Banyuwangi Ijen 2025: Uji Fisik Jelang Tanjakan Legendaris Gunung Ijen
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa konsistensi penyelenggaraan TdBI merupakan bentuk komitmen Banyuwangi untuk terus mengangkat olahraga balap sepeda Indonesia ke tingkat global.
“Setidaknya ini menjadi representasi Indonesia dalam ajang balap sepeda internasional. Terima kasih kepada seluruh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang telah berkontribusi sehingga acara ini dapat berlangsung dengan lancar dan aman,” ujar Ipuk.
Apresiasi juga datang dari Jadi Rajagukguk, Wakil Ketua Harian PB Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), yang memuji Banyuwangi atas keberhasilannya mempertahankan kualitas penyelenggaraan TdBI selama satu dekade.
“Selamat atas pelaksanaan TdBI ke-10. Ini tidak mudah. Dari 13 balapan yang ada di Indonesia, TdBI adalah yang terbaik,” ucap Jadi.