Kesan Pembalap Mancanegara di Tour de Banyuwangi Ijen 2025, Serasa Tampil di Tour de France

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 31 Juli 2025, 15:55 WIB
SENGIT: Etape kedua Tour de Banyuwangi Ijen 2025 yang digelar pada Selasa (29/7/2025) menyuguhkan aksi dramatis dan pertarungan ketat antarpembalap sepanjang rute sejauh 158,8 kilometer.
SENGIT: Etape kedua Tour de Banyuwangi Ijen 2025 yang digelar pada Selasa (29/7/2025) menyuguhkan aksi dramatis dan pertarungan ketat antarpembalap sepanjang rute sejauh 158,8 kilometer.

BanyuwangiNet.com – Edisi kesepuluh Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) kembali menyisakan kesan tak terlupakan bagi para pebalap internasional. Salah satunya dirasakan oleh Nicolo Pettiti, pebalap asal Italia yang tampil mengesankan pada etape kedua sejauh 158,8 km, dari Alaspurwo menuju pusat kota Banyuwangi.

Tak hanya berhasil merebut polkadot jersey sebagai King of Mountain (KOM), Pettiti juga terkesan dengan atmosfer balapan yang disebutnya setara dengan kompetisi dunia.

“Aku tak berbohong, rasanya seperti berada dalam perlombaan di tur dunia. Serasa Tour de France,” ujar Pettiti, yang lahir di Italia pada 10 Agustus 2002.

Etape Tiga Tour de Banyuwangi Ijen 2025: Uji Fisik Jelang Tanjakan Legendaris Gunung Ijen

“Sepanjang jalan, masyarakat bersorak menyemangati kami. Itu benar-benar luar biasa dan membuat balapan terasa lebih hidup,” lanjutnya.

TdBI dikenal dengan rute ekstrem yang menantang, termasuk tanjakan berlevel hors catégorie—istilah untuk jalur pendakian paling berat dalam balap sepeda. Namun bukan hanya medan yang menjadi sorotan, melainkan juga dukungan penuh warga lokal, yang memberikan energi tambahan bagi para pebalap.

Pengalaman serupa dirasakan oleh Jeroen Meijers, pebalap tim Victoria Sports Pro Cycling dari Filipina. Meski ini adalah debutnya di TdBI, Meijers langsung mengaku kagum dengan kualitas penyelenggaraan.

Pertarungan Seru di Etape Dua Tour de Banyuwangi Ijen 2025: Aksi Aiman Cahyadi hingga Dominasi Tim Swatt Club Italia

“Rekan saya, Edgar Nieto, sudah mengikuti balapan ini sepuluh kali. Ia selalu bilang bahwa TdBI adalah salah satu balapan terbaik di Asia. Tidak ada mobil di jalan, jadi sangat aman,” ujar Meijers.

“Secara keseluruhan, rutenya menantang dan atmosfernya benar-benar luar biasa,” imbuhnya.

Pada etape kedua, Meijers tampil dominan dengan merebut dua penghargaan sekaligus: Yellow Jersey untuk pemimpin klasemen umum (Individual General Classification) dan Green Jersey sebagai pebalap tercepat (Best Sprinter).

Etape Kedua Tour de Banyuwangi Ijen 2025, Jadi Ujian Ketahanan Fisik Pembalap

Pujian dari Meijers bukan tanpa dasar. Pebalap asal Belanda kelahiran 12 Januari 1993 itu telah malang melintang di berbagai kejuaraan dunia sejak 2010. Tahun ini saja, ia sudah menuntaskan tur di berbagai negara seperti Uni Emirat Arab (Tour of Sharjah), Taiwan, Estonia, Lithuania, Rumania (Sibiu Cycling Tour), hingga Jepang (Tokyo Tama Road Race).

Kehadiran nama-nama besar dengan pengalaman internasional semakin mengukuhkan TdBI sebagai ajang balap sepeda bergengsi yang patut diperhitungkan di kawasan Asia.

Untuk Roda Dua Rampung, Pemkab Segera Bangun Jembatan Sementara untuk Roda Empat di Sungai Lembu Pesanggaran

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang menjadi faktor penting dalam kesuksesan TdBI. Ia menyebut penyelenggaraan lomba ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga ajang promosi kekayaan alam dan budaya Banyuwangi kepada dunia.

“Potensi Banyuwangi yang luar biasa ini patut diketahui oleh dunia. Terima kasih kepada masyarakat yang telah menjadi tuan rumah yang ramah dan menyenangkan,” ujar Ipuk.

Dengan kombinasi rute menantang, manajemen profesional, dan sambutan hangat dari masyarakat, Tour de Banyuwangi Ijen 2025 sekali lagi membuktikan diri sebagai ajang balap sepeda internasional yang tak hanya kompetitif, tapi juga berkesan.

Artikel Terkait