BEC 2026 Bertema Perang Bayu Memukau Ribuan Penonton, Khofifah: From Local to Global

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 18 Juli 2026, 19:55 WIB
1000958071
Parade kostum etnis yang ditampilkan dalam BEC 2026.

BanyuwangiNet.com – Parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali menyedot perhatian ribuan masyarakat dan wisatawan yang memadati pusat Kota Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-14, BEC kembali menampilkan kekayaan budaya lokal melalui parade busana etnik bertema “Perang Bayu”, yang mengangkat sejarah perjuangan masyarakat Blambangan melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai BEC menjadi bukti budaya lokal mampu berkembang menjadi atraksi kelas dunia melalui kreativitas dan inovasi masyarakat.

“Kita dapat melihat sebuah semangat bersama from local to global. Hal tersebut ditunjukkan melalui kekuatan budaya, inovasi, serta kreativitas masyarakat Banyuwangi melalui BEC. Kekuatan budaya yang mendunia,” kata Khofifah saat membuka BEC 2026.

Menurut Khofifah, BEC bukan hanya menjadi kebanggaan Banyuwangi, tetapi juga memberikan inspirasi bagi perkembangan seni, budaya, dan peradaban di tingkat Jawa Timur, nasional, hingga internasional.

Pada BEC 2026, lebih dari seratus talent menampilkan beragam kostum artistik yang terinspirasi dari Perang Bayu, sebuah peristiwa bersejarah yang menggambarkan perlawanan masyarakat asli Banyuwangi terhadap pasukan kolonial Belanda.

Tema besar tersebut divisualisasikan melalui lima fragmen atau subtema yang dituangkan dalam desain busana, tata rias, koreografi, dan pertunjukan teatrikal.

Para peserta berjalan menyusuri rute sepanjang sekitar 2 kilometer, dimulai dari Taman Blambangan hingga Jalan Ahmad Yani. Sepanjang jalur parade, ribuan penonton memadati area panggung utama maupun sisi kanan dan kiri jalan untuk menyaksikan kemegahan kostum yang ditampilkan.

Tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal dan wisatawan domestik, BEC 2026 juga disaksikan oleh delegasi internasional yang sedang mengikuti forum ASEAN-ID Blue di Banyuwangi.

Delegasi tersebut berasal dari negara-negara anggota ASEAN, East Asia Summit (EAS), serta Pacific Islands Forum (PIF), sehingga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya Banyuwangi kepada komunitas internasional.

Khofifah menilai keberhasilan BEC tidak lepas dari kolaborasi para budayawan, seniman, pelaku industri kreatif, dan pemerintah daerah yang mampu menghadirkan pertunjukan berkualitas dengan tetap mengedepankan nilai seni dan budaya.

“Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi selaku orkestrator dari seluruh kegiatan yang ada di Banyuwangi, terutama BEC. Mudah-mudahan Banyuwangi terus melejit dan maju. Serta masyarakat bisa terus membangun sinergi dari lokal menuju global,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan rasa syukur karena Banyuwangi Ethno Carnival yang telah memasuki tahun ke-14 tetap menjadi salah satu agenda budaya yang dinantikan masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri.

BEC 2026 Usung Heroisme Perang Bayu, Angkat Sejarah Perlawanan Blambangan terhadap VOC

Menurut Ipuk, keberhasilan penyelenggaraan BEC merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, terutama generasi muda yang menjadi motor utama dalam proses kreatif penyelenggaraan festival.

“Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberi sumbangsih atas terselenggaranya BEC tahun ini, terkhusus untuk seluruh anak-anak muda yang terlibat dalam parade ini. Terima kasih atas kerja kita bersama sehingga BEC bisa kembali hadir dan memikat,” kata Ipuk.

BEC 2026 Dongkrak Penumpang KAI, Mobilitas di Banyuwangi Tembus 24.574 Orang

Ia menambahkan bahwa semangat sinergi menjadi modal penting bagi Banyuwangi untuk terus menghadirkan berbagai agenda berskala nasional maupun internasional.

“Semoga BEC tahun ini juga menjadi tonggak bagi kita semuanya untuk bersama-sama tandang bareng membangun Banyuwangi yang kita cintai,” sambungnya.

BEC 2026 juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh nasional, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, anggota DPR RI, pimpinan BUMN, hingga perwakilan sektor swasta.

Artikel Terkait