BEC 2026 Usung Heroisme Perang Bayu, Angkat Sejarah Perlawanan Blambangan terhadap VOC

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 8 Juli 2026, 13:10 WIB
WhatsApp Image 2026-07-07 at 20.40.31
Bupati Ipuk menyapa para peserta BEC saat berlatih di Gesibu Blambangan.

BanyuwangiNet.com – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali hadir dengan mengusung tema “Perang Bayu – The Great War of Blambangan”. Parade budaya yang akan digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026, ini menghadirkan ratusan talent yang mengenakan kostum etnik modern terinspirasi dari kisah heroik perjuangan masyarakat Blambangan melawan VOC pada abad ke-18.

Tema tersebut mengangkat peristiwa bersejarah Perang Puputan Bayu yang berlangsung pada 1771–1772, sebagai simbol perlawanan rakyat Blambangan terhadap penjajahan VOC sekaligus menjadi bagian penting dari sejarah lahirnya Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, BEC bukan sekadar parade kostum, tetapi merupakan panggung seni yang selalu berangkat dari kekayaan budaya dan sejarah lokal.

“BEC bukan sekadar karnaval kostum biasa, namun sebuah mahakarya seni berakar kearifan lokal. Ide dan tema yang diangkat setiap tahun diambil dari seni, budaya, tradisi, sejarah hingga potensi alam Banyuwangi. Inilah yang membedakan BEC dengan karnaval lainnya,” ujar Ipuk, Selasa (7/7/2026).

Pada penyelenggaraan tahun ini, puluhan rancangan kostum akan memvisualisasikan lima subtema yang menggambarkan berbagai fragmen perjuangan dalam Perang Bayu.

  • Subtema pertama, Pejuang Blambangan, menampilkan sosok-sosok pahlawan seperti Rempeg Jogopati dan Sayu Wiwit yang menjadi tokoh penting dalam sejarah perlawanan tersebut.
  • Subtema kedua, Genderang Perang, menggambarkan persenjataan tradisional yang digunakan masyarakat Blambangan, seperti keris, tombak, dan jemparing (panah).
  • Selanjutnya, subtema VOC dan Sekutu menghadirkan visualisasi pasukan VOC beserta unsur-unsur pendukung penjajahan, termasuk simbol upeti.
  • Sementara itu, subtema Situs Perang mengangkat lokasi-lokasi bersejarah yang menjadi arena pertempuran, seperti Rowo Bayu, Teluk Pangpang, dan Pelabuhan Grajagan.
  • Adapun subtema terakhir, Hasil Bumi, menggambarkan kekayaan alam Banyuwangi berupa rempah-rempah dan hasil perkebunan yang menjadi salah satu alasan wilayah Blambangan menjadi incaran penjajah.

“Inilah kekayaan tema lokal Banyuwangi yang tidak akan pernah habis digali. Tentunya akan sangat menarik untuk melihat kesemua subtema tersebut divisualisasikan secara kreatif dalam sebuah rancangan kostum karnaval,” kata Ipuk.

BEC merupakan bagian dari rangkaian Banyuwangi Festival 2026 dan telah menjadi agenda tahunan sejak 2011. Sejak 2022, ajang ini juga secara konsisten masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Menurut Ipuk, keberhasilan BEC tidak lepas dari kolaborasi para seniman, budayawan, desainer, serta generasi muda Banyuwangi yang terus mengangkat kekayaan budaya daerah melalui karya kreatif.

“Terima kasih kepada seniman, budayawan, desainer serta anak-anak Banyuwangi yang terus setia mengangkat kearifan lokal sehingga khazanah Banyuwangi akan selalu hidup dan lestari,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi Hartono menjelaskan, puncak parade BEC akan dimulai dari Taman Blambangan pada pukul 13.00 WIB. Para peserta akan berjalan menyusuri rute sepanjang sekitar 2,5 kilometer hingga finis di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Parade BEC dimulai dari Taman Blambangan pada pukul 13.00. Para talent menyusuri rute sejauh 2,5 kilometer menuju finish di depan Kantor Pemkab Banyuwangi,” kata Hartono.

Rangkaian BEC 2026 berlangsung selama tiga hari, 17–19 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan pameran produk UMKM pada 17 Juli, dilanjutkan BEC Grand Carnival pada 18 Juli, kemudian ditutup dengan konser musik pada 19 Juli.

Audisi BEC 2026 Dimulai, Usung Tema Heroik Perang Bayu

Selain itu, pada Minggu pagi, 19 Juli 2026, juga akan digelar BI Run sebagai bagian dari rangkaian acara.

“Minggu pagi, 19 Juli akan digelar BI Run. Tentunya wisatawan setelah menonton BEC, silakan besok paginya ikut event lari BI Run,” tutup Ipuk.

Jelang BEC 2026 Desainer Kostum Banyuwangi Kebanjiran Pesanan, Gerakkan Ekonomi Lokal

Parade BEC setiap tahunnya selalu menarik ribuan penonton yang memadati sepanjang rute karnaval. Kehadiran wisatawan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, perajin, hingga sektor pariwisata di Banyuwangi.

Artikel Terkait