Jelang Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Pedagang Optimistis Omzet Naik hingga Dua Kali Lipat

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 15 Juli 2026, 19:28 WIB
1000951024
Para pedagang kecil sudah tak sabar dengan gelaran BEC yang akan membawa wisatawan datang.

BanyuwangiNet.com – Parade budaya Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 yang akan digelar pada Sabtu (18/7/2026) tak hanya dinantikan wisatawan dan masyarakat. Para pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima juga menyambut antusias agenda tahunan tersebut karena dinilai mampu meningkatkan pendapatan secara signifikan.

Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, BEC selalu membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Ramainya kunjungan wisatawan membuat omzet pedagang di sepanjang jalur karnaval hingga kawasan wisata meningkat, bahkan mencapai dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Iwan, pedagang telur gulung di Jalan Letjen Sutoyo, mengatakan penyelenggaraan BEC menjadi salah satu momen yang paling ditunggu setiap tahun.

“Kalau ada event BEC pasti ramai, pendapatan yang kami dapat juga naik dua kali lipat,” katanya, Rabu (15/7/2026).

Untuk memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung, Iwan tidak hanya berjualan di lokasi biasanya. Ia juga menyiapkan lapak keliling menggunakan sepeda motor di titik-titik yang dipadati penonton serta menambah stok dagangan.

Menurutnya, selama dua tahun terakhir omzet yang diperoleh saat BEC berlangsung berkisar antara Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per hari, atau sekitar dua kali lipat dibandingkan pendapatan pada hari biasa.

“Kami berharap. Kalau bisa, BEC digelar setahun dua kali. Karena dampaknya sangat terasa bagi pedagang kecil seperti kami,” ujarnya.

Antusiasme serupa dirasakan Tia, pedagang minuman es di kawasan Jalan Letjen Sutoyo. Setiap penyelenggaraan BEC, ia selalu membuka dua stan untuk melayani meningkatnya jumlah pembeli.

Salah satu stan ditempatkan di depan SD Brawijaya yang menjadi salah satu titik favorit penonton menyaksikan parade.

“Tiap ada BEC pasti buka dua tempat. Dari pagi sampai malam jualannya karena pengunjung terus berdatangan. Kalau ada BEC senang sekali. Persiapan jualan ditambah lagi. Biasanya omzet sekitar Rp1 juta, kalau BEC bisa lebih dari itu,” katanya.

Peningkatan permintaan juga dirasakan Rahmat, penjual Es Dawet Barokah di depan Kantor Pos Banyuwangi. Ia mengaku kebutuhan bahan baku selalu bertambah saat BEC berlangsung.

“Biasanya stok tiga perempat kilogram, kalau BEC bisa sampai satu setengah kilogram dan biasanya habis semua,” ujarnya.

Jelang BEC 2026 Desainer Kostum Banyuwangi Kebanjiran Pesanan, Gerakkan Ekonomi Lokal

Tidak hanya pedagang di pusat kota, pelaku usaha di kawasan wisata juga merasakan dampak positif penyelenggaraan BEC. Sulik, pemilik warung di Desa Wisata Tamansuruh, Kecamatan Glagah, mengatakan setiap event besar di Banyuwangi mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan yang menginap dan berkunjung ke berbagai destinasi.

“Banyak orang datang ke Banyuwangi, menginap dan berwisata sehingga dagangan saya laku. Ini yang selalu ditunggu pedagang seperti saya yang berharap rezeki berlimpah dari acara yang dibuat pemkab,” katanya.

Rangkaian Event BEC, Hadirkan Beragam Event Wisata di Banyuwangi hingga SCF Waqaf Run

Banyuwangi Ethno Carnival 2026 akan digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026, mulai pukul 13.00 WIB. Ratusan peserta akan menampilkan parade budaya dengan rute sepanjang sekitar 2 kilometer, dimulai dari Taman Blambangan dan melintasi jalan-jalan utama di pusat Kota Banyuwangi.

Selain parade utama, masyarakat juga dapat menikmati berbagai kegiatan dalam rangkaian BEC Week yang berlangsung pada 16–19 Juli 2026. Sejumlah agenda telah disiapkan, di antaranya Sekarkijang Creative Fest (SCF) yang didukung oleh Bank Indonesia Jember, festival UMKM, serta kegiatan olahraga lari.

Artikel Terkait