Temui Petani Banyuwangi, Zulhas Pastikan Pasokan Pupuk Lancar dan Harga Gabah Stabil 

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 14 Mei 2026, 20:10 WIB
1000845836
Menko Pangan, Zulkifli Hasan berdialog dengan petani Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bertemu dengan ratusan petani dalam kegiatan Rembuk Tani di Desa Karangbendo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Kamis (14/5/2026). Zulhas memastikan stok pupuk subsidi tersedia dan harga gabah berada pada level yang menguntungkan petani.

Dalam kunjungan tersebut, Zulhas didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono. Menurut Zulhas, dirinya mendapat arahan langsung dari Presiden untuk mengecek kondisi harga gabah, distribusi pupuk, hingga sistem irigasi di daerah.

“Saya diminta Presiden untuk mengecek harga gabah. Tadi di Banyuwangi harga gabah bagus di atas Rp6.500. Saya juga diminta ngecek pupuk, alhamdulillah pupuk lancar, dan dapat diskon harga 20 persen. Begitupun dengan irigasi, irigasinya bagus. Wajar kalau nilai tukar petani naik,” ujar Zulhas.

Pemerintah sebelumnya menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen sejak tahun lalu. Pupuk urea yang sebelumnya Rp112.500 per sak kini menjadi Rp90.000, sedangkan pupuk NPK turun dari Rp115.000 menjadi Rp92.000 per sak.

Zulhas mengatakan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan distribusi pupuk berjalan baik dan tidak ditemukan kekurangan stok di tingkat petani.

“Saya cek penyalurannya juga tidak kurang-kurang. Berarti sudah benar. Berarti programnya berhasil,” katanya.

Bupati Ipuk Resmikan Bantuan Sumur Bor dan Irigasi dari Kementan, untuk Tingkatkan Produktivitas dan Antisipasi Kekeringan

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menambahkan penebusan pupuk subsidi di Jawa Timur saat ini telah mencapai hampir 50 persen dari total alokasi sekitar 2 juta ton.

“Banyuwangi juga termasuk di dalamnya, itu penyerapannya sudah 50 persen. Ini menunjukkan bahwa kelancaran penyaluran, kemudian juga daya beli petani cukup baik. Sehingga kita doakan semoga hasil panen tahun ini jauh meningkat untuk seluruh tanaman pangan, hortikultura dan juga perkebunan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan bersama Petrokimia Gresik juga menyerahkan bantuan dua ton pupuk nonsubsidi kepada Kelompok Tani Sumber Urip di Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari.

Ketua Kelompok Tani Sumber Urip, Muhammad Sayidi, mengaku kondisi pupuk saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Menurutnya, petani sudah tidak lagi mengalami kelangkaan pupuk.

“Sekarang ini nggak ada istilah kelangkaan pupuk, nggak ada keluhan dari petani. Jadi petani butuh, pupuk tersedia,” kata Sayidi.

Ia juga menyebut harga gabah di tingkat petani saat ini berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Bahkan, di sejumlah wilayah harga gabah mencapai Rp7.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat petani lebih tenang menjalani musim tanam dan panen.

“Alhamdulillah, terima kasih Bapak Presiden. Pupuk tidak ada kendala, pupuk banyak dan harganya turun. Harga gabah juga bagus,” ungkapnya.

Pemkab Banyuwangi Gratiskan Retribusi Pasar Tiap Hari Sabtu dan Minggu untuk 6.500 Pedagang

Bantuan dua ton pupuk nonsubsidi yang diterima kelompok tani rencananya akan dibagikan kepada seluruh anggota untuk mendukung kebutuhan pemupukan.

Sebelumnya, Zulhas juga menghadiri Sarasehan Penguatan Ketahanan Pangan di Pondok Pesantren Ibnu Sina, Kecamatan Genteng. Kegiatan itu dihadiri pengasuh pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para santri.

“Pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak kemandirian ekonomi masyarakat, termasuk di sektor pangan,” ujar Zulhas.

Artikel Terkait