Spesial Idul Adha 2025, “Banyuwangi Berbagi” Salurkan Daging untuk Warga Miskin

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 6 Juni 2025, 20:49 WIB
BANYUWANGI BERBAGI-Pemkab Banyuwangi menggalang solidaritas dengan membagikan daging sapi dan kambing kepada warga miskin. Khususnya kepada mereka yang masuk dalam database UGD Kemiskinan Banyuwangi.
BANYUWANGI BERBAGI-Pemkab Banyuwangi menggalang solidaritas dengan membagikan daging sapi dan kambing kepada warga miskin. Khususnya kepada mereka yang masuk dalam database UGD Kemiskinan Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Memperingati Idul Adha 1446 Hijriah, Pemkab Banyuwangi kembali menggelar program sosial “Banyuwangi Berbagi” dengan membagikan daging kepada warga kurang mampu.

Program ini merupakan bagian dari agenda rutin yang dilaksanakan setiap tanggal cantik, seperti 1 Januari (1.1), 2 Februari (2.2), hingga 3 Maret (3.3). Kali ini, bertepatan dengan 6 Juni 2025 (6.6), kegiatan berfokus pada pendistribusian daging sapi dan kambing.

Tradisi Unik Idul Adha di Banyuwangi, Sapi Kurban Dihias dan Dimuliakan Sebelum Disembelih

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan momentum Idul Adha menjadi waktu yang tepat untuk memperluas manfaat program ini. Biasanya, pada tanggal cantik sebelumnya, bantuan yang diberikan berupa paket sembako.

Namun khusus Idul Adha, daging kurban dipilih agar warga pra-sejahtera mendapatkan asupan protein hewani.

“Bila sebelumnya kami membagikan sembako, kali ini kami berbagi daging. Harapan kami, ini bisa membantu menambah konsumsi protein warga yang membutuhkan,” ujar Bupati Ipuk.

“Ijen Rijig: Kawah Ijen Ditutup Setiap Awal Bulan Demi Kebersihan dan Pemulihan Ekosistem”

Pendistribusian dilakukan selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Juni 2025. Sasaran utama program ini adalah keluarga pra-sejahtera yang telah tercatat dalam database Unit Gawat Darurat (UGD) Kemiskinan Banyuwangi – sebuah sistem pengelolaan data kemiskinan yang digunakan Pemkab Banyuwangi.

“Ribuan paket daging didistribusikan kepada warga pra-sejahtera, utamanya mereka yang tercatat dalam data UGD Kemiskinan Banyuwangi,” jelas Ipuk.

Program ini juga melibatkan partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), organisasi profesi, hingga komunitas lokal. Salah satunya adalah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Banyuwangi, yang turut mendukung dan ambil bagian dalam aksi sosial ini.

Tour de Banyuwangi Ijen 2025 Siap Digelar, Etape Ijen Jadi Tantangan Terberat

“Program ini sangat positif. Jika sebelumnya kita rutin membagikan sembako, sekarang giliran berbagi daging, yang kaya nutrisi. Ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” kata Ketua IAI Banyuwangi, Dodik Heru.

Tak hanya berfokus pada aspek sosial, kegiatan ini juga mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan. Bupati Ipuk turut mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat membagikan daging. Sebagai alternatif, banyak warga memilih menggunakan besek bambu dan daun sebagai wadah daging.

Artikel Terkait